Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Menurut Agus, sebagian besar kredit tersebut disalurkan menggunakan pola linkage sehingga kualitas kredit yang disalurkan dengan baik.
"Pola linkage memungkinkan adanya pembinaan teknis dan kepastian pembelian produksi debitur KUR oleh perusahaan mitra sehingga bisa mengembalikan kredit dengan baik," katanya.
Hingga periode yang sama, tingkat non performing loan (NPL) atau kredit macet KUR Bank Mandiri berada di tingkat 1,71 persen. Menurutnya, kredit investasi masih mendominasi KUR Bank Mandiri sebanyak 54 persen dari total KUR atau sekitar Rp 811,4 miliar.
Sementara 46 persen sisanya atau Rp 694,3 miliar merupakan kredit modal kerja yang umumnya membiayai modal usaha mikro, kecil dan menengah di sektor perdagangan, pertanian dan industri.
(ang/dnl)











































