BRI Berminat Jadi Penyalur Tunggal KUR Mikro

BRI Berminat Jadi Penyalur Tunggal KUR Mikro

- detikFinance
Selasa, 12 Jan 2010 16:16 WIB
BRI Berminat Jadi Penyalur Tunggal KUR Mikro
Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) ingin menjadi penyalur tunggal Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro, karena kredit ini tidak menggunakan Sistem Informasi Debitur (SID) yang berpotensi menyebabkan double financing jika ada beberapa bank yang menjadi penyalur KUR mikro ini.

Demikian disampaikan Direktur Utama BRI Sofyan Basyir saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, siang ini (12/1/2010).

"Untuk mikro kami maunya tunggal kami tidak mau ada bank lain. Karena sistem informasi debiturnya dihilangkan, kami akan protect melalui teknologi kami, melalui IT kami, sehingga kami tidak mau ada yang lain karena akan double financing karena tidak termonitor oleh BI," jelasnya.

Saat ini, Non Performing Loan (NPL) atau kredit yang bermasalah di BRI sebesar 5,7%. Sofyan menyatakan angka tersebut didapat dari banyaknya debitur yang belum berpengalaman. "NPL BRI itu 5,7%, karena orang belum pernah usaha dikasih kredit," ungkapnya.

Namun, lanjut Sofyan, masih adanya kredit bermasalah itu tidak akan menyurutkan niat BRI untuk tetap memberikan kredit.

"Kasihan mereka yang akan usaha kalau kalian merepotkan bunga dan NPL. Kalau dia macet 10% toh ada 90% yang sukses, kalau ditakut-takutin, yang 90% tidak dapat, bagaimana," ujar Sofyan.

Sofyan menyatakan untuk mengantisipasi masalah ini, BRI tetap akan selektif untuk memberikan kredit. "Mana mau kami kasih sembarangan karena kami menanggung rugi kami juga akan hati-hati, ini duduk permasalahannya," ujarnya.

Saat ini, Sofyan juga menyatakan outstanding loan KUR BRI pada tahun 2009 sebesar Rp 13-14 triliun dan pada target pada 2010 sebesar Rp 8-9 triliun. "Target 2010 outstanding loan KUR-nya Rp 8-9 triliun karena dibagi-bagi, bank-nya lebih banyak," kata Sofyan.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads