Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat dengan Pansus Bank Century di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2010).
"Saya tahu BI punya pengkategorian Systemically Important Bank (SIP), itu 15 bank besar yang apapun yang terjadi pada bank ini otomatis sistemik. Tapi kalau bicara soal potensi berdampak sistemik tidak hanya berasal dari SIP," urainya.
Sri Mulyani menjelaskan, banyak kasus yang terjadi dampak sistemik justru tidak ditimbulkan oleh SIP tapi justru bank kecil. Semua tergantung faktor psikologi, kepercayaan dan keyakinan. Misalnya kasus Northern Rock yang mengalami kesulitan likuiditas sehingga harus dinasionalisasi oleh pemerintah Inggris.
Mengenai kondisi ketika penyelamatan Bank Century, Sri Mulyani menjelaskan bahwa ketika itu pemerintah dihadapkan pada suatu kondisi ekonomi yang terancam krisis global dan mengancam sistem perbankan terutama terkait krisis kepercayaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani saat menjawab pertanyaan dari anggota Pansus Ganjar Pranowo. Ganjar mengutip pernyataan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah bahwa Bank Century merupakan bank yang sangat kecil.
"Dua bulan sekali kita melakukan pertemuan dengan bank-bank sistemik atau Systemically Important Bank , jumlahnya ada 15 bank dan menguasai sekitar 85% institusi perbankan, itu tidak termasuk Bank Century, jauh sekali," ungkap Burhanuddin dalam rapat dengan pansus pada 21 Desember 2009 lalu. (qom/dnl)











































