"Sejauh dari yang telah dijelaskan Ibu Menkeu, bahwa laporan kepada saya itu menurut beliau tanggal 22 (November 2008), tapi itu tidak benar. Saya tidak dilapori," tegas JK dalam rapat dengan pansus Bank Century di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Menurut JK, dari pernyataan yang diberikan oleh Sri Mulyani, SMS tersebut ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara dirinya hanya diberikan tembusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tidak cek SMS itu ke staf Anda?" tanya anggota Pansus dari Partai Gerindra Ahmad Muzani.
"Saya tidak cek ke staf saya karena saya punya HP sendiri," ujar JK.
Menurut JK, Sri Mulyani baru melaporkan ke dirinya pada tanggal 25 November 2008 atau setelah diambil keputusan untuk menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik pada 21 November 2008. Sri Mulyani secara langsung memberikan laporan bahwa Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) telah memberikan bailout ke Bank Century.
"Saya tanya kenapa? Disampaikan ada masalah, kerugian, likuiditas habis, insovable dan macam-macam," tambahnya.
"Saya tanya lagi kenapa? Dijawab karena pemiliknya mempermainkan banknya, mentrasfer keluar surat berharga bodong," jelas Kalla lagi.
"Kenapa bikin bailout, ini perampokan, masa perampok dibantu? Tangkap orangnya, jangan dikasihani orang begitu," tegas Kalla mengulang pernyataannya kepada Sri Mulyani ketika itu.
(qom/asy)











































