JK Ingin Sri Mulyani Minta Maaf Soal Laporan Century

JK Ingin Sri Mulyani Minta Maaf Soal Laporan Century

- detikFinance
Kamis, 14 Jan 2010 13:55 WIB
JK Ingin Sri Mulyani Minta Maaf Soal Laporan Century
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menegaskan Mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati harus meminta maaf jika sengaja membuat laporan penyelamatan Bank Century pada tanggal 21 November 2008.

Pasalnya, JK merasa dirinya mengetahui laporan secara lisan penyelamatan bailout Bank Century pada tanggal 25 November 2009.

"Dia (Sri Mulyani) harus minta maaf kepada saya," ujar JK menanggapi pernyataan Pansus Hak Angket Century di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (14/10/2010).

JK menjelaskan dirinya telah mengatakan kepada Sri Mulyani dimana hanya mendapatkan laporan pada tanggal 25 November 2008 secara lisan. Dan pada tanggal tersebut, JK menegaskan bailout telah dilakukan dan dirinya baru mengetahui hal tersebut.

JK menjelaskan hal tersebut atas pertanyaan dari Anggota Pansus Andi Rahmat yang menjelaskan pada tanggal 21 November 2008 Sri Mulyani telah memberikan laporan dengan tembusan Gubernur BI Boediono dan Sekretaris KSSK Raden Pardede kepada Presiden. Kemudian pada tanggal 22 November 2008 sudah ada laporan JK telah menerima.

"Saya sudah jelaskan kepada Sri Mulyani, agar jangan buat laporan seperti itu. Seakan-akan saya mengetahui proses penyelamatan Bank Century, padahal saya
mengetahui setelah Bank Century diselamatkan," papar JK.

JK mengatakan hal tersebut pastinya terjadi kesalahan tanggal dalam laporan tersebut. "Karena saya memang menerima laporan secara lisan hanya satu kali pada tanggal 25 November 2008, pasti salah tanggal itu jika benar saya mendapatkan laporan pada tanggal sebelum 25 November 2008," ungkapnya.

JK juga menjelaskan dimana laporan yang diterima secara lisan menyampaikan Sri Mulyani tidak membawa nama institusi KSSK.

"Dia bersama Gubernur BI dan staf-nya hanya melaporkan ada bailout . Tidak (atas nama KSSK), hanya berdasarkan laporan BI saja," tandasnya.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads