Demikian dikatakan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Halim Alamsyah di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (18/01/2010).
"Kalau agresif (pertumbuhan kredit) sedikit ada kemungkinan bisa tumbuh di atas 20%, tetapi perlu tambahan respons kebijkan antara dari BI dan Pemerintah," tutur Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui BI memproyeksikan kredit dapat tumbuh di kisaran 17%-20% di tahun 2010 seiring dengan membaiknya perekonomian.
Selain itu Halim mengatakan, Rencana Bisnis Bank (RBB) perbankan nasional belum dilaporkan kepada Bank Indonesia. "Biasanya di akhir Januari, mungkin masih dalam proses dan biasanya di awal bulan Februari bank mulai melaporkan," tuturnya.
RBB merupakan laporan acuan sebuah bank yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) dimana setiap bank wajib melaporkan kepada Bank Sentral mengenai rencana bisnis selama satu tahun.
(dru/dnl)











































