Ungkap Beratnya Pengawasan Bank, BI 'Kutip' Film Avatar

Buku Putih BI (3)

Ungkap Beratnya Pengawasan Bank, BI 'Kutip' Film Avatar

- detikFinance
Selasa, 19 Jan 2010 12:21 WIB
Ungkap Beratnya Pengawasan Bank, BI Kutip Film Avatar
Jakarta - Film Avatar yang laris manis rupanya menginspirasi Bank Indonesia. Film yang menduduki box office dalam beberapa pekan itu bahkan sempat dikutip dalam 'buku putih' BI soal krisis.

Hal tersebut terungkap dalam Bab 2 'Di Kala Pengawas Mengawasi Bank' dari 'Buku Putih' yang dikeluarkan BI dengan judul "Krisis Global dan Penyelamatan Sistem Perbankan Indonesia", dan dikutip detikFinance, Selasa (19/1/2010). Dalam bab 2 tersebut digambarkan bagaimana beratnya BI mengawasi bank apalagi pada bulan-bulan terakhir di tahun 2008.

"Barangkali cukup menarik juga bila mengutip cuplikan dari film Avatar yang disutradarai James Cameron," tulis BI dalam buku putih tersebut pada halaman 22.

Pada tahun 2154 manusia harus melanglang menuju planet Pandora yang dihuni oleh para Na'vi. Pandora memiliki hutan liar, penuh binantang buas dan ganas. Namun di dalamnya terdapat sumber mineral unobtanium yang menjadi incaran manusia bumi.

Tokoh antagonis Kolonel Quatrich sebagai kepala keamanan planet Pandora selalu menyambut manusia yang bergabung dalam planet Avatar dengan kata-kata "you are not in Kansas anymore. You are on Pandora ". Sang tokoh antagonis kerap berujar bahwa "Pandora adalah dunia yang sangat ganas. Sebagai kepala keamanan planet ini, saya bertanggung jawab atas keselamatan kalian semua. Sejak saya mendapat tugas ini saya tahu bahwa saya tidak akan berhasil karena saya tidak bisa menyelamatkan SEMUA orang. Beberapa dari kalian akan mati. Untuk itu, kalianlah yang harus mampu menjaga diri kalian sendiri dengan cara mematuhi aturan yang ada".

"Seorang pengawas bank yang menyaksikan film itu terhenyak. Seperti itulah tugas yang selama ini diembannya. Dia diberi tanggung jawab untuk menjaga agar kegiatan bank dapat berlangsung dengan baik, tapi dia sadar bahwa ada kemungkinan dia tidak bisa menjaga 'keselamatan' SEMUA bank," tulis BI dalam 'buku putih' tersebut.

Dituliskan pula, luas dan lebarnya aspek pengawasan bank yang mesti dijelajahi oleh Pengawas Bank BI menyebabkan Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendirian untuk menjamin ketahanan seluruh bank yang diawasi.

"Harapan publik bahwa seorang Pengawas Bank BI bertindak bak 'malaikat' yang memiliki kemampuan memelototi setiap jengkal langkah manajemen bank, jelas sebuah pengharapan yang terlalu tinggi dan mustahil dilakukan. Ibarat ada sebuah pencurian di sebuah rumah, apa iya polisi yang disalahkan? Kan tidak. Kenapa yang punya rumah tidak melakukan tingkat pengawasan dan pengamanan rumah secara ketat," tulis BI dalam 'buku putih' tersebut.

"Namun demikian, Pengawas Bank BI tetap berusaha bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas. Memang diperlukan waktu untuk mengendus adanya sebuah tindakan fraud di bank," jelas BI pada halaman 23 buku tersebut. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads