"Meski tindak pengawasan sudah berlapis, tapi itu bukan berarti menjamin bakal tidak ada bank bermasalah," jelas BI dalam bukunya berjudul 'Menyingkap Tabir Seluk Beluk Pengawasan Bank' yang dikutip, Rabu (27/1/2010).
"Tetap terbuka adanya kemungkinan bank bermasalah yang dipicu oleh berbagai sebab. Bisa karena persoalan internal atau juga persoalan eksternal. Dan bila ada bank bermasalah, itu tidaklah sepenuhnya kesalahan pengawasan bank," imbuh BI dalam buku tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kali ada berita sebuah bank masuk pengawasan intensif dan khusus atau sampai divonis bank gagal, publik akan cepat mempertanyakan: ngapain saja kerja para Pengawas Bank di BI? Lontaran celetukan seperti itu adalah wajar saja. Pendapat ini tidak sepenuhnya keliru, tapi juga tidak sepenuhnya benar," ujar BI dalam buku tersebut.
Ada hal yang cukup menarik disampaikan BI dalam bukunya. BI mengatakan tugas seorang pengawas bank hanyalah memastikan bahwa pemilik dan pengurus bank menjalankan roda usaha bank mereka sesuai dengan aturan-aturan baku yang telah ditetapkan. Sedangkan tugas menjadikan bank itu sehat dan menghasilkan untung, sepenuhnya berada di pundak jajaran direksi bank. Itu sebabnya mereka dibayar mahal dan diberi fasilitas.
Menurut BI, dalam benak publik, petugas Pengawas Bank mesti berperan seperti malaikat yang serba memiliki info terkait bank yang diawasi. Padahal, Pengawas Bank tidak sehari-hari berada di bank yang diawasi.
Kelaziman pengawasan bank dimana pun awalnya adalah dengan menganalisis laporan berkala yang dikirim bank. Dari sini akan diperoleh gambaran tingkat kesehatan bank. Bila memang ada indikasi tertentu terkait laporan tadi yang berpotensi mengacam tingkat kesehatan bank, maka pengawas bisa terjun ke lapangan dengan mendatangi kantor bank.
Dikatakan BI, bila mau lebih jernih melihat data dan informasi, dari 125 bank yang diawasi BI, selama tahun 2008 hanya ada 2 bank yang dinyatakan gagal.
"Katakanlah ada 123 bank yang beroperasi secara baik hingga melewati gelombang krisis, adalah fakta yang sering terlupakan.
"Jumlah 2 bank gagal selama krisis adalah angka yang sangat minim. Ini menunjukkan upaya penyelamatan sistem perbankan guna menyelamatkan dana masyarakat sangat dikedepankan," kata BI.
(dnl/qom)











































