Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Hadad saat ditemui di sela-sela acara seminar Feed the World di JCC, Jakarta, Jumat (29/1/2010).
"Portofolio sektor pertanian masih 5,5% dari total kredit perbankan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sambil ada lembaga pembiayaan khusus pertanian itu boleh saja, mungkin bukan dalam bank, karena kalau dalam bentuk bank banyak aturannya," katanya.
Langkah yang kedua adalah tetap mendorong sektor perbankan yang memiliki minat yang tinggi pada kredit sektor pertanian tetap dilanjutkan atau ditingkatkan alokasi kredit pertaniannya.
Selain itu, kata dia, masalah kredit pertanian ini kerap kali bersinggungan dengan masalah akses ke perbankan. Maklum saja sektor pertanian didominasi oleh unit-unit usaha kecil yang sering terkendala agunan.
"Maka perlu pengembangan lembaga penjamin kredit daerah, sebagai salah satu cara mengatasi masalah akses, tapi akses juga bukan hanya masalah agunan, tapi informasi juga," terangnya.
(hen/dro)











































