BI Belum Tergoda Ubah BI Rate 6,5%

BI Belum Tergoda Ubah BI Rate 6,5%

- detikFinance
Selasa, 02 Feb 2010 06:55 WIB
BI Belum Tergoda Ubah BI Rate 6,5%
Jakarta - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) diprediksi masih akan tetap stagnan yakni 6,5% pada bulan Februari 2010 ini.

Bank sentral belum akan menaikkan suku bunganya karena tingkat inflasi yang cenderung mengalami kenaikan tipis akibat dari kenaikan harga pangan.

Demikian disampaikan Kepala Ekonom Bank Mandiri, Mirza Adityaswara usai menjadi pembicara dalam diskusi Ikatan Pialang Efek Indonesia di Hotel Nikko, Jakarta, Senin malam (01/02/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inflasi Januari sedikit meningkat namun hal tersebut dikarenakan akibat kenaikan harga pangan atau bisa diartikan dari sisi penawaran," ujar Mirza.

BPS mengumumkanΒ  inflasi Januari 2010 sebesar 0,84%. Sementara inflasi year on year 3,72%. Hampir semua sektor mengalami kenaikan harga.

Hal senada disampaikan ekonom dari Citigroup Johanna Chua yang menilai BI Rate kemungkinan besar masih akan dipertahankan. Namun pernyataan kebijakan moneter BI kemungkinan lebih tegas karena tingkat inflasi yang tumbuh lebih cepat dari prediksi.

"Kami memperkirakan inflasi akan meningkat dalam beberapa bulan kedepan, dan kami perkirakan BI secara bertahap akan menaikkan suku bunga pada semester II-2010," jelas Johanna.
Β 
Mirza menjelaskan, meningkatnya harga pangan disebabkan beberapa faktor misalnya distribusi yang kurang baik, produksi pangan yang menurun serta panen yang tidak menentu.

"Kenaikan suku bunga, baru akan dilakukan jika inflasi yang terjadi berasal dari permintaan atau demand full inflation yang membuat ekonomi bergerak meningkat," kata Mirza.

Selain itu lanjut Mirza, inflasi saat ini masih dalam batas range BI. Jika berdasarkan year on year inflasi masih dikisaran 3% dan sesuai dengan asumsi BI yang memprediksikan inflasi tahun 2010 dikisaran 5 plus minus 1%.

Selain itu, AS juga masih mempertahankan tingkat suku bunganya. Menurut Mirza kecenderungan suku bunga global juga menjadi salah satu asumsi BI Rate bisa meningkat.

"Walaupun Australia terus menaikkan suku bunganya dan ditambah Cina dan India yang telah menaikkan GWM. Ini artinya bank sentral juga tidak dalam artian untuk melonggarkan BI Rate. Tapi apakah sudah pantas untuk dinaikkan? rupaya belum," pungkas Mirza.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads