Mata Uang Euro Terancam Tidak Stabil

Mata Uang Euro Terancam Tidak Stabil

- detikFinance
Sabtu, 06 Feb 2010 20:13 WIB
Mata Uang Euro Terancam Tidak Stabil
Den Haag - Mata uang Euro kini terancam menjadi tidak stabil. Menjadi tantangan besar bagi Uni Eropa untuk menstabilkan kembali Euro di tengah beban utang menggunung beberapa negara anggotanya.

Hal itu disampaikan Komisaris Eropa asal Jerman, Günther Oettinger, dalam wawancara yang dimuat koran regional Reutlinger General-Anzeiger, Sabtu (6/2/2010).

"Euro terancam bahaya menjadi tidak stabil. Lihat Yunani, Irlandia, dan kemungkinan dalam waktu dekat juga Spanyol, Portugal, Lituania, dan Italia," ujar Oettinger.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai Euro terhadap US Dollar dalam beberapa pekan ini berada dalam tekanan akibat masalah-masalah finansial yang menumpuk di negara-negara tersebut. Bahkan Jumat kemarin nilai Euro merosot pada posisi 1 : 1,3682 terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), nilai terendah dalam rentang waktu 8 bulan.

Bursa saham di seluruh dunia juga terkoreksi hingga posisi terendah dalam 3 bulan mutakhir, akibat dibayangi kecemasan atas perkembangan Euro.

Krisis Yunani

Sementara itu Komisi Eropa telah menyetujui rencana anggaran Yunani untuk mengatasi defisit anggaran negara tersebut yang mencapai 13%. Konsekuensinya UE akan mengawasi Yunani secara ketat, demikian dipantau detikfinance siang ini.

Negara-negara anggota UE hanya boleh mengalami defisit anggaran maksimal 3% untuk menjaga stabilitas kurs mata uang Euro. Akibat krisis ekonomi global, hampir semua negara UE melampaui norma ini, namun Yunani terparah. Buntutnya, Yunani mengalami kesulitan mencari tambahan utang. Dikhawatirkan situasi ini akan menyeret negara-negara UE yang lemah.

Yunani kini melakukan sanering dengan membekukan gaji pegawai, menaikkan beberapa jenis pajak, menunda usia pensiun dan memangkas anggaran militernya.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads