Melalui siaran pers yang dikeluarkan pengacaranya dari Eman Achmad & Co, Senin (15/2/2010), Boedi Sampoerna mengaku telah menyerahkan setumpuk dokumen yang menjelaskan dirinya merupakan korban dalam skandal Bank Century.
"Saya lega karena akhirnya bisa ketemu bapak-bapak dari Pansus DPR karena bisa menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya. Sebelumnya saya juga sudah melakukan klarifikasi ke BPK dan memberikan keterangan di KPK. Sekarang rasanya plong," kata Boedi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boedi mengharapkan, dokumen yang dia serahkan ke BPK, KPK, dan Pansus DPR bisa menjadi masukkan yang sangat berguna bagi institusi-institusi tersebut terutama dalam menguak bagaimana pemilik lama Bank Century melakukan rekayasa dan pelanggaran untuk menikmati dana nasabah.
"Seperti yang saya alami, diminta oleh Robert Tantular memindahkan dana dari rekening di Surabaya ke Jakarta sebesar US$ 96,5 juta, nggak tahunya malah sebagian (US$ 18 juta) diambil begitu saja untuk kepentingan Robert (Tantular) tanpa sepengetahuan apalagi izin dari saya," ujarnya.
Sama seperti saat klarifikasi ke BPK maupun saat memberikan keterangan ke KPK, kepada Pansus DPR Boedi Sampoerna membantah sejumlah pernyataan Robert Tantular bahwa pemindahbukuan simpanan dari Surabaya ke Jakarta sekitar US$ 96,5 juta dan pemecahan sebagian simpanan itu menjadi 247 lembar NCD adalah atas inisiatifnya.
Pemindahbukuan itu adalah inisiatif Robert Tantular dan ternyata sebagian dari dana itu sebesar US$ 18 juta diambil mantan pemilik Bank Century tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Boedi Sampoerna.
Pada kesempatan tersebut Boedi Sampoerna juga telah menyerahkan data-data mengenai aliran dana atas hasil pencairan sebagian kecil dana miliknya sejak November 2008 sampai dengan Desember 2009 dimana data-data tersebut menunjukkan dana tersebut dipergunakan untuk kepentingan usaha Boedi Sampoerna sendiri.
Boedi Sampoerna mengatakan sama sekali tidak ada data yang menunjukkan dana-dana tersebut dialirkan ke partai politik atau pejabat-pejabat tertentu seperti yang banyak dituduhkan selama ini.
(dnl/qom)











































