OCBC NISP Bidik DPK Rp 37,76 Triliun di 2010

OCBC NISP Bidik DPK Rp 37,76 Triliun di 2010

- detikFinance
Selasa, 16 Feb 2010 17:40 WIB
OCBC NISP Bidik DPK Rp 37,76 Triliun di 2010
Jakarta - PT Bank OCBC NISP menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) untuk tahun 2010 naik 25% menjadi Rp 37,76 triliun. Posisi DPK sampai akhir tahun 2009 tercatat Rp 30,21 triliun.

Demikian disampaikan Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam paparan kinerja tahunan perseroan tahun 2009 di kantornya Jalan DR Satrio Jakarta Selasa (16/2/2010).

"Kami inginnya tumbuh 25%," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pertumbuhan DPK ini tidak lepas dari strategi baru yang dicanangkan perseroan dengan menambah lini distribusi melalui layanan internet banking serta mobile banking. Setelah diluncurkan beberapa waktu lalu, layanan ini menjadi pemicu naiknya DPK khususnya untuk produk Deposito.

Deposito tetap mendapat porsi terbesar dalam pengelolaan DPK. Jumlahnya mencapai Rp 15,1 triliun, atau 40% dari total portofolio DPK perseroan. Disusul kemudian jenis tabungan dan giro 30% atau setara dengan Rp 11,31 triliun.

Sementara untuk pertumbuhan kredit, OCBC NISP membidik kenaikan hingga 30% atau tumbuh dari Rp 21,88 triliun menjadi Rp 28,44 triliun pada akhir tahun 2010. Pertumbuhan kredit akan tetap dijaga untuk sektor consumer 30%, comercial 34,2% dan corporate 34,4%.

Posisi hingga akhir 2009, konsumsi mengambil porsi Rp 6,56 triliun. Disusul sektor jasa Rp 3,34 triliun, perdagangan Rp 5,01 triliun dan industri Rp 5,2 triliun.

"Kami akan menjaga pertumbuhan kredit 2010 di level 20-30% atau naik sekitar Rp 7 triliun," ujarnya.

Perseroan juga akan segera menerbitkan obligasi subordinasi (subdedt) pada semester II 2010. Subdebt dimungkinkan untuk memenuhi ratio kebutuhan modal (CAR) tahun 2010 yang dijaga di level 18%. Namun sayang dirinya enggan mengatakan berapa nilai subdebt tersebut.

"Masih belum. Nanti akan kita sampaikan, namun nilainya pasti lebih besar dari yang terakhir," paparnya.

Sebelumnya perseroan memang telah menerbitkan obligasi subdebt dengan nilai Rp 600 miliar pada tahun 2008. Rencana penerbitan kembali subdebt masing menanti waktu yang tepat, dengan mengacu pada tingkat suku bunga.

"Kita tunggu timing yang pas. Lihat suku bunga juga," ucapnya.

Net Performing Loan (NPL) perseroan pun ditargetkan naik menjadi 2,7% pada tahun 2010. Ini meningkat dua kali lipat dari apa yang diraih OCBC NISP pada akhir tahun 2009 yang tercatat Rp 1,39%.



(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads