Utang RDI BPUI Rp 1,2 Triliun Baru Lunas di 2026

Utang RDI BPUI Rp 1,2 Triliun Baru Lunas di 2026

- detikFinance
Kamis, 18 Feb 2010 16:11 WIB
Jakarta - Utang Rekening Dana Investasi Stabilitas Pasar Modal (RDI SPM) Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) diperkirakan baru bisa lunas tahun 2026. Utang RDI SPM tersebut tercatat sebesar Rp 1,2 triliun.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama BPUI Heri Sunaryadi dalam Panja RDP dengan Komisi XI DPR-RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/02/2010).

"Pinjaman RDI SPM diberikan oleh Pemerintah RI kepada BPUI untuk stabilisasi pasar uang dan pasar modal. BPUI harus menanggung jumlah kewajiban bunga dan denda yang tinggi sehingga saat ini dari utang pokok sebesar Rp 250 miliar telah menjadi Rp 1,2 triliun," papar Hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pola penyelesaian Rp 250 miliar lanjut Heri, dengan cara Penyertaan Modal Negara (PMN) sedangkan sisanya akan dicicil secara berjenjang selama tahun 20 tahun terhitung sejak cut off date pada tanggal 31 Desember 2006.

"BPUI menjadi tidak bankable dengan adanya pinjaman RDI SPM yang bermasalah," tegasnya.

Berikut Skema Cicilan Utang :
  • Tahun 2010 s/d 2013 : Rp 50 miliar (4 tahun, Rp 12,5 bio/tahun)
  • Tahun 2014 s/d 2018 : Rp 125 miliar (5 tahun, Rp 25 bio/tahun)
  • Tahun 2019 s/d 2023 : Rp 375 miliar (5 tahun, Rp 75 bio/tahun)
  • Tahun 2024 s/d 2026 : Rp 400,7 miliar (3 tahun, Rp 133 miliar/tahun)
Jadi jumlah totalnya adalah Rp 950,6 miliar. "Skema cicilan utang BPUI tersebut telah disetujui oleh Komite Kebijakan Komite Kebijakan Penyelesaian Piutang Negara Yang Bersumber dari Pinjaman RDI, dan saat ini masih dalam proses persetujuan Menteri Keuangan ," pungkas Heri. (dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads