Demikian disampaikan dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (23/2/2010).
Posisi rasio kecukupan modal (CAR) perseroan di akhir 2009 tercatat sebesar 20,7%, jauh di atas batas minimum 8% yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit mass market yang mencakup kredit mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira, masing-masing tumbuh 12% dan 13% per tahun.
Β
"Kami melihat perkembangan positif di seluruh segmen usaha kami disepanjang tahun 2009, yang terlihat dari perolehan Laba Bersih Setelah Pajak diatas Rp 1,5 triliun. Setelah melewati kondisi ekonomi domestik dan global yang menantang di dua tahun terakhir, kami telah kembali mendapatkan momentum positif pada bisnis kami dan berada pada posisi yang baik untuk 2010," kata Direktur Utama BDMN, Sebastian Paredes.
Danamon Simpan Pinjam (DSP), yang melayani segmen mikro dan kecil melalui lebih dari 1.200 unit dan mobile unit di seluruh Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit yang pesat sebesar Rp 1,32 triliun di tahun 2009. Total kredit DSP mencapai Rp 12,3 triliun dan membentuk 19% dari total kredit Danamon.
Β
Di akhir 2009, pembiayaan Adira Finance mencapai Rp 19,13 triliun atau tumbuh 13% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kredit UKM & Komersial tercatat sebesar Rp 16,5 triliun, mewakili 26% dari total kredit. Kredit ritel, yang membentuk 8% dari total kredit Bank mencapai Rp 4,9 triliun, terutama didukung oleh bisnis kartu kredit dan kredit kepemilikan rumah. Sementara sisanya meliputi kredit korporasi.
Β
"Kualitas pendanaan kami meningkat secara substansial dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan rasio Giro dan Tabungan (CASA) terhadap Dana Pihak Ketiga dari 26% di tahun 2008 menjadi 33% di tahun 2009. Tabungan nasabah tumbuh dalam 12 bulan berturut-turut dari Rp 12,85 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 15,0 triliun di tahun 2009," lanjut Vera.
Direktur dan Chief Financial Officer BDM, Vera Eve Lim mengatakan, laba operasional bersih atau net operating income BDMN tumbuh 19% menjadi Rp 5,65 triliun. "Sementara Net Interest Margin (NIM) naik menjadi 12%," jelas Vera.
Untuk tahun 2010, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% atau sekitar Rp 76 triliun.
(dro/qom)











































