"Kalau ada APBN bagus, hasilnya bagus, harusnya Menkeu dipuji walaupun sulit sekarang mendapat pujian," ujar Sri Mulyani.
Hal itu disampaikannya didepan para perwakilan Bank Dunia dalam acara Progress Report Program Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) di Gedung Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Selasa (2/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyindir Pansus Century yang sering mencecarnya karena sebuah kesalahan administrasi kecil. Sri Mulyani berpesan untuk tidak salah mencantumkan nomor surat. Pasalnya kesalahan pencantuman nomor surat yang terlihat sepele dapat menjadi masalah yang besar.
"Seperti saya, masalah administrasi salah dicecar di Pansus kesalahan administrasi bisa salah besar. Setiap item di APBN jadi kasus besar," sindirnya.
Sri Mulyani juga mengatakan saat ini banyak kalangan yang mencari aman dengan tidak mengambil keputusan yang tidak mempunyai dasar hukum.
"Sekarang yang paling aman adalah menunggu. Sebelum melakukan tindakan orang-orang akan menghitung resiko," celotehnya.
Mantan direktur IMF ini juga menuturkan banyak hal yang sebenarnya tidak diketahui oleh wartawan meski lama bertugas di Kementrian Keuangan.
"Ada perencanaan, manajemen DIPA, pembayaran dan kas itu ada di Departemen Keuangan, masih banyak wartawan yang tidak tahu," ujarnya.
(nia/qom)











































