"Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk pembelian unit mesin cetak uang dengan teknologi tebaru, untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan kualitas hasil cetakan uang," ujar Direktur Korporasi BNI Krishna R Suparto saat penandatanganan MoU BNI dengan Peruri, di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/03/2010).
Krishna menuturkan, fasilitas kredit itu merupakan komitmen kerjasama strategis antar BUMN karena selama ini Peruri telah memiliki outstanding kredit sebanyak Rp 89 miliar sehingga totalnya mencapai Rp 715 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Krishna, fasilitas kredit ini merupakan salah satu komitmen dalam mendukung bisnis Perum Peruri. Terlebih fasiltas kredit ini untuk melakukan pembaruan mesin cetak uang sehingga ke depan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitasnya.
Direktur Utama Peruri Junino Jahja mengatakan, sebagai alat tukar dan pembayaran di negeri ini, produk Perum Peruri memiliki nilai yang sangat strategis dalam pembangunan di Indonesia.
"Fasilitas kredit ini nantinya akan digunakan untuk pembelian mesin cetak uang dengan teknologi modern. Karena Peruri merupakan satu-satunya BUMN strategis yang memiliki hak dan ditunjuk untuk mencetak uang kertas dan logam sesuai pesanan BI," ungkapnya.
(dru/ang)











































