PT Bank Syariah Bukopin mencatat pertumbuhan laba bersih pada tahun 2009 sebesar 110,77% atau Rp 831 juta dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencatat rugi sebesar Rp 7,71 miliar.
Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya peningkatan pendapatan operasional sebesar Rp 109,89 miliar dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 21,53 miliar.
"Di tengah keterpurukan financial keuangan global dan kawasan, namun industri perbankan syariah masih sanggup bertahan. Efek krisis yang dirasakan bank syariah lebih kecil daripada yang dirasakan bank konvesional karena sebagian besar pendanaan perbankan syariah dalam bentuk mudharabah atau bagi hasil, yang bisa meredam efek psikologis naiknya suku bunga," ujar Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Jumat (12/03/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana pihak ketiga pada tahun 2009 meningkat sangat signifikan sebesar 553,3% atau Rp 1,08 triliun dari sebelumnya tahun 2008 sebesar Rp 194,68 miliar menjadi Rp 1,27 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan spin off sebesar Rp 721,92 miliar dan pengembangan usaha sebesar Rp 358,08 miliar.
Di tahun 2009, Bank Syariah Bukopin juga meluncurkan produk Tabungan iB SiAga Bisnis. Peluncuran produk-produk ini melengkapi produk-produk sebelumnya, seperti Tabungan iB SiAga Bukopin, Tabungan iB Rencana, Tabungan iB Haji, Giro iB dan Deposito iB. Di samping itu, Bank Syariah Bukopin juga melakukan pengembangan peningkatan pendapatan perusahaan atau fee based income, melalui layanan Payment Point Online Banking (PPOB) untuk pembayaran tagihan listrik dan cash management.
Pembiayaan tahun 2009 meningkat sangat signifikan sebesar 673,7% , atau sebesar Rp 1,11 triliun dari sebelumnya tahun 2008 sebesar Rp 165,39 miliar menjadi Rp 1,28 triliun. "Ekspansi pembiayaan di tahun 2009 mencerminkan bahwa dalam kondisi krisis global yang terjadi, kami tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara konsisten namun selektif," jelas Riyanto,
Sedangkan rasio CAR dapat terjaga pada level 13,06% masih di atas ketentuan Bank Indonesia yang sebesar 8%, walaupun lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya, sebagai konsekuensi dari naiknya jumlah Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebagai dampak peningkatan volume usaha yang lebih besar.
Sementara rasio-rasio keuangan lainnya juga menunjukkan kondisi yang baik, seperti ROA sebeasr 0,06%, ROE sebeasr 0,87%, dan NPF sebesar 3,25%.
Selain itu dalam RUPST Bank Syariah Bukopin juga memberikan persetujuan atas laporan tahunan Perseroan serta pengesahan perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca dan laba rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada pada tanggal 31 Desember 2009. Disamping itu, dalam RUPST 2009 ini juga ditetapkan perubahan susunan pengurus Perseroan.
Adapun susunan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :
- Riyanto sebagai Direktur Utama
- Eriandi sebagai Direktur
- Harry Harmono Busiri sebagai Direktur
- Ruddy Susatyo sebagai Direktur
- Sudarmin Sjamsoe sebagai Komisaris Utama
- Hajriyanto Y. Thohari sebagai Komisaris Independen
- Bambang Setiaji sebagai Komisaris Independen
Sementara untuk penentuan Kantor Akuntan Publik, pemegang saham Bank Syariah Bukopin menyetujui untuk memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit buku-buku Perseroan untuk tahun buku 2010.
(dru/dnl)











































