Laba Bank Mandiri Capai Rp 7,16 Triliun

Laba Bank Mandiri Capai Rp 7,16 Triliun

- detikFinance
Senin, 22 Mar 2010 16:55 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 7,16 triliun di tahun 2009, naik 34,7% (Rp 1,84 triliun) dibandingkan dengan laba bersih tahun 2008 yang sebesar 5,31 triliun.

Peningkatan laba bersih ini terutama didorong oleh kenaikan laba operasi dari Rp 7,91 triliun di 2008 menjadi Rp 10,43 triliun di 2009. Sepanjang 2009, Bank mandiri berhasil meningkatkan fee based income sebesar 21,7% dari Rp 4,7 triliun di kuartal IV-2008 menjadi Rp 5,7 triliun pada kuartal IV-2009, total fee income yang berasal dari segment retail (MRB) adalah Rp 17,36 triliun.

Pada tahun 2009, Bank Mandiri menyalurkan kredit Rp 198,55 triliun, naik 13,8% dibandingkan total kredit tahun 2008 yang sebesar Rp 174,5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pencapaian ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena total kredit yang disalurkan masih terus tumbuh sehingga memperkuat komitmen Bank Mandiri untuk menjalankan perannya sebagai lembaga intermediasi secara aktif," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam jumpa pers di kantornya, Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (22/3/2010).

Pertumbuhan terlihat di setiap segmen, dimana pertumbuhan tertinggi tercatat di segmen mikro yang mencapai 22,9% dari Rp 4,4 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 5,4 triliun pada Desember 2009. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah rekening dari 271.199 rekening menjadi lebih dari 430 ribu rekening. Sementara itu, kredit ke segmen usaha small business mengalami pertumbuhan sebesar Rp 2,28 triliun menjadi Rp 17,10 triliun.

Untuk mendorong sektor riil khususnya segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Bank Mandiri memberikan kemudahan bagi pembiayaan UMKM dengan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu Bank Mandiri juqa telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,04 triliun melalui 36.978 debitur. Sebagai pengembangan kredit ke segmen mikro sampai dengan tahun 2009 Bank Mandiri telah memiliki 811 outlet atau unit pelayanan khusus untuk segmen mikro.

Di segmen wholesale, kredit yang disalurkan oleh unit bisnis corporate banking pada triwulan keempat 2009 tumbuh 12,5% menjadi Rp 69,8 triliun. Unit bisnis Commercial Banking mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 49,1 triliun.

Sepanjang tahun 2009 base lending rate (bunga kredit) Bank Mandiri terus mengalami penurunan dari 11,60% pada akhir tahun 2008 menjadi 9,29% pada akhir tahun 2009. Penurunan bunga kredit sepanjang tahun 2009 tersebut dilakukan secara bertahap sebanyak 5 kali, yaitu pada bulan Januari, April, Juni, Agustus, dan November 2009, dengan kisaran penurunan antara 0,25% hingga 0,5%.

Kebijakan Bank Mandiri untuk menurunkan suku bunga kredit ini sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional dan penurunan biaya dana. Upaya penurunan bunga pinjaman yang kami lakukan diharapkan dapat diikuti oleh bank-bank lainnya sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor riil secara berkelanjutan, dan bisa membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan bagi masyarakat.Β 

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri sebagai bank terbesar di tanah air juga semakin tinggi, yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 319,6 triliun pada Desember 2009 dari Rp 289,1 triliun di bulan Desember 2008.

Aset Bank Mandiri pun mengalami kenaikan menjadi Rp 394,6 triliun sampai Desember 2009 dari sebelumnya sebesar Rp 358,4 triliun di 2008. Sementara penghimpunan dana murah seperti Giro dan Tabungan mencapai Rp 186,5 triliun, tumbuh 13,7% dari posisi Desember 2008 sebesar Rp 164 triliun.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads