ADVERTISEMENT

Barclays Hanya Spekulasi di Indonesia?

- detikFinance
Rabu, 24 Mar 2010 08:27 WIB
Jakarta - Belum genap 2 tahun mengelola bisnis ritelnya melalui Bank Barclays Indonesia, Barclays Capital secara mengejutkan mengumumkan rencananya untuk menutup bisnis ritelnya dan fokus ke nasabah institusi.

Barclays Capital resmi mengakuisisi Bank Akita pada September 2008. Pada Januari 2009, Barclays resmi mengubah nama Bank Akita menjadi Bank Barclays Indonesia. Barclays membeli saham milik Daniel Gunawan, Basuki Kumala dan PT Orix Indonesia Finance sebanyak 99% saham di Bank Akita melalui pembelian 457.875.000 saham.

Selang 14 bulan kemudian, Barclays mengumumkan akan menutup bisnis ritelnya di Indonesia sebagai bagian dari reorganisasi bisnis Barclays Group. Barclays juga berniat menjual Bank Akita atau Bank Barclays Indonesia pada waktu yang tepat.

Padahal menurut aturan, bank yang sudah diakuisisi tidak boleh dijual lagi dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun. Sumber detikFinance di Bank Indonesia mengungkapkan tentang pembeli bank, dimana sesuai ketentuan memang tidak boleh jual dalam 5 tahun untuk mencegah jadi ajang spekulasi jual beli izin bank.

"Tidak boleh jual dalam 5 tahun untuk mencegah jadi ajang spekulasi jual beli izin bank. Ini berlaku untuk semua, bukan hanya untuk bank asing saja," ungkap sumber tersebut.

Pengamat Perbankan dari PT Bank Rakyat Indonesia Djoko Retnadi menegaskan, jika sebuah bank yang baru diakusisi sebelum waktu 5 tahun kemudian dijual kembali merupakan sebuah spekulasi.

"Jika diakuisisi terus dijual, itu bukan investasi tapi hedge funds atau spekulasi," ujar Djoko kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (24/04/2010).

Joko mengatakan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) sebuah bank yang baru diakusisi hendaknya menunggu selama batas waktu yang ditentukan yakni 5 tahun.

"Yang dibutuhkan kita ke depan adalah bank dengan modal yang kuat dan sehat. Itu bisa dicapai jika investornya kuat dan memang tujuannya untuk mengembangkan bank," ungkapnya.

Head of Marketing & Corporate Affairs, Maya Rizano dalam penjelasan sebelumnya mengatakan, pelepasan Bank Akita itu dilakukan karena reorganisasi untuk meningkatkan layanan dan produk bagi nasabah.

Barclays telah mengkaji ulang strategi bisnisnya terutama di pasar potensial baru (emerging markets) hingga terdapat beberapa perubahan penting dalam prioritas strategi bisnisnya.

"Barclays tetap melihat pasar perbankan di Indonesia sebagai pasar yang menarik. Namun selanjutnya kami telah memutuskan bahwa bisnis kami akan difokuskan pada layanan bagi nasabah-nasabah institusi Barclays Capital yang tidak bergantung pada jaringan cabang dan lebih difokuskan pada layanan investment banking," urainya.

Barclays berkomitmen untuk senantiasa memastikan dana nasabah sepenuhnya aman dan seluruh kewajiban bank akan dipenuhi, sembari mencari waktu yang tepat untuk menjual Bank Akita, 14 bulan setelah bank tersebut diakuisisi.

(dru/qom)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT