Hal tersebut dikemukakan, Deputi Chairman dan Group Managing Director Boustead Holdings Bhd, Tan Sri Lodin Wok Kamaruddin seperti dikutip dari The Star, Selasa (6/4/2010). Bousterd Holdings merupakan pemilik 20% dari saham Affin Holdings.
"Akuisisi Bank Ina akan memperkokoh keberadaan Affin di Indonesia," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Ina Perdana merupakan salah satu bank kecil yang baru saja mendapatkan sanksi administratif dari Bank Indonesia (BI) berupa pencantuman ketidakpatuhan di website BI.
PT Bagusnusa Samudra Gemilang, perusahaan induk PT Bank Ina Perdana terlambat menyampaikan Laporan Keuangan Tahun 2008 disebabkan keterlambatan penyusunan laporan keuangan tahunan audited oleh kantor akuntan publik.
Jika akuisisi dituntaskan, maka Affin akan menjadi bank keempat Malaysia yang menguasai bank di Indonesia. Sebelumnya, CIMB Group telah menguasai saham Bank Niaga dan Bank Lippo dan kini meleburnya menjadi Bank CIMB Niaga. Sementara Maybank tercatat menguasai saham PT Bank International Indonesia (BII). Yang terbaru adalah RHB Capital Berhard yang berniat akan membeli Bank Mestika. (qom/dnl)











































