Johanes Bambang Pimpin Bank Mega

Johanes Bambang Pimpin Bank Mega

- detikFinance
Rabu, 07 Apr 2010 15:20 WIB
Johanes Bambang Pimpin Bank Mega
Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) Yungki Setiawan digantikan Johanes Bambang Kendarto. Yungki selanjutnya berdampingan dengan Chairul Tanjung di jajaran komisaris.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mega telah menetapkan keanggotaan baru Dewan Komisaris dan Direksi. Direktur Utama Bank Mega kini dipegang oleh Johanes Bambang Kendarto yang sebelumnya sebagai Direktur Bank Mega menggantikan Yungki Setiawan.

Sementara itu Yungki Setiawan kini menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama mendampingi Chairul Tanjung yang sebagai Komisaris Utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kinerja tahun 2009, Bank Mega mencatat laba bersih sebesar Rp 537,5 atau meningkat tipis 7,1% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 501,7 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), perbaikan kualitas kredit dan meningkatnya likuiditas serta secondary reserve yang baik.

DPK Bank Mega naik 11,6% dari Rp 29,4 triliun menjadi Rp 32,8 triliun. Sementara itu, pemberian kredit-kredit baru tahun 2009 mencapai Rp 8,8 triliun. Hal ini menyebabkan laba bersih Bank Mega meningkat sebesar 7,1% menjadi Rp 537,5 miliar.

Namun, Yungki mengatakan karena kehati-hatian dalam menyalurkan kredit demi menjaga kualitas sekaligus meminimalkan risikonya jumlah keseluruhan kredit yang disalurkan (outstanding) pada tahun 2009 sebesar Rp 18,6 triliun.

"Atau turun sebesar 1,9% dibandingkan jumlah kredit yang disalurkan pada 2008 yang mencapai Rp 19 triliun," ungkap Yungki Setiawan dalam konferensi persnya di Gedung Bank Mega, Jakarta, Rabu (07/04/2010).

Yungki melanjutkan, faktor lain yang memberikan sumbangan bagi pertumbuhan laba bersih bank Mega adalah pendapatan operasional yang meningkat sebesar 141,6% dari Rp 280,7 miliar menjadi Rp 678,3 miliar.

"Terakhir, total asset Bank Mega meningkat 13,8% dari Rp 34,9 triliun menjadi Rp 39,7 triliun," jelasnya.





(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads