"Itu bisa bahaya bila bank sentral diusuruh terus cetak uang," kata Muliaman di Hotel Melia Purosani, di Jl Suryotomo, Yogyakarta, Sabtu (10/4/2010).
Menurut dia, inflasi juga akan berdampak pada kehidupan sosial dan politik masyarakat. Selain itu, kemampuan daya beli masyarakat juga akan berkurang karena harga barang yang mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, sampai saat ini masih ada negara di Amerika Latin dan Afrika yang melakukan kegiatan yang miring-miring melalui bank sentral. Kegiatan yang dibiayai dengan terus mencetak uang itu biasanya untuk kegiatan mercusuar.
Diakui Muliaman, krisis global yang terjadi beberapa waktu lalu dampaknya masih bisa terasa sampai sekarang. Oleh karena itu peran bank sentral untuk menjaga kestabilan sistem keuangan masih sangat diperlukan.
"Peranan bank sentral menjadi penting saat krisis terjadi dan menjadi pertaruhan saat krisis global kemarin. Tidak hanya di Indonesia saja yang melakukan bailout sebuah institusi di Amerika juga ada. Ini dilakukan untuk menjaga stabilitas," ungkap dia.
(bgk/ang)











































