Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesai S. Budi Rochadi di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/04/2010).
"Barclays akan mematuhi janjinya dengan memegang komitmen awal dimana akan menunggu selama 5 tahun ke depan. Nah mereka mau menunggu 5 tahun ke depan, laporan secara lisan sudah disampaikan kepada Bank Indonesia (BI)," ujar Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barclays Plc resmi mengakuisisi Bank Akita pada September 2009. Barclays membeli saham milik Daniel Gunawan, Basuki Kumala dan PT Orix Indonesia Finance sebanyak 99% saham di Bank Akita melalui pembelian 457.875.000 saham. Pada Januari 2009, Barclays mengubah nama Bank Akita menjadi Barclays Bank Indonesia.
Namun pada 22 Maret 2010, Barclays Plc mengumumkan akan menghentikan bisnis ritel banking di Indonesia dalam rangka reorganisasi bisnis kantor pusat Barclays di Inggris. Barclays berniat melepas Bank Akita pada saat yang tepat.
Bank terbesar kedua di Inggris itu mengumumkan akan melakukan reorganisasi melalui 3 divisi terpisah yakni Global Retail Banking (GRB), Corporate and Investment Banking and Wealth Management (CIBWM) dan Absa. Absa adalah salah satu kelompok usaha finansial terbesar di Afrika Selatan.
(dru/dnl)











































