Hal tersebut diungkapkan Senior Economic Analyst Investor Relations Unit (IRU) Direktorat Internasional Elsya Chani dalam diskusi dengan wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (16/04/2010).
"Sudah 13 bank dalam RBB yang merencanakan akan melakukan pinjaman luar negeri. Namun belum tentu juga direalisasikan baru permohonan saja," ujar
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar tidak terjadi crowded atau utang yang menumpuk," jelasnya.
Menurut Elsya, permohonan pinjaman yang tertuang dalam RBB tersebut memang hal yang biasa dilakukan oleh bank-bank namun tidak semua akan terserap biasanya.
Lebih lanjut Elsya mengatakan, hingga akhir tahun 2009 total persetujuan pinjaman luar negeri yang diberikan kepada bank mencapai US$ 2,79 milair.
"Sementara realisasinya atau penyerapannya hanya sebesar US$ 1,7 miliar," ungkapnya.
Dikatakan Elsya, jumlah penyerapan pinjaman luar negeri pada tahun 2009 hanya mencapai 61,13% dari total permohonan yang disetujui Bank Indonesia.
(dru/qom)










































