Bank Mutiara Menolak Jadi Induk BPR

Bank Mutiara Menolak Jadi Induk BPR

- detikFinance
Jumat, 23 Apr 2010 21:47 WIB
Jakarta - Perhimpunan Bank-Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) mengusulkan Bank Mutiara untuk menjadi salah satu Bank Apex (Bank Induk). Namun pemegang saham dan komisaris bank yang dulu bernama Century ini menolak.

Demikian disampaikan oleh Direktur BPR dan UMKM Ratna E. Amiyati dalam sebuah diskusi di Gedung Bank Indonesia, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta, Jumat (23/04/2010).

"Bank Mutiara tidak mau, yah dilamarkan boleh saja namun kalau tidak mau berarti tidak jodoh," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Ketua Perbarindo Said Hartono mengatakan Bank Mutiara yang memiliki aset hingga Rp 5 triliun diharapkan akan sanggup menjadi Bank Apex bagi BPR-BPR terutama di DKI Jakarta.

"Bank Mutiara memiliki kinerja baik, mengapa tidak dijadikan Bank Apex saja? Perbarindo akan sangat setuju," jelasnya beberapa waktu lalu.

Banyak BPR Mencari Induk

Ratna juga mengatakan, saaat ini cukup banyak BPR wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) yang membutuhkan 3-4 bank Apex sebagai pengayom bantuan likuiditas.

Pasalnya, sebanyak 250 lebih BPR di wilayah tersebut belum memiliki Bank Apex.

"Di Bali saja Bank Andara telah menjadi Bank Apex yang saat ini anggotanya hingga 100 bank. Kemudian di Padang ada Bank Nagari sebagai Apex di daerahnya. Nah di Jabodetabek saja ada 250-an BPR, kalau bisa 3-4 apex, kan lebih bagus," jelas Ratna.

Ratna mengatakan, Bank Apex akan sangat berguna karena dapat memberikan bantuan likuditas bagi para anggotanya di saat terjadi mismatch likuiditas.

"Karena masing-masing bank anggota harus setor dana dalam bentuk deposito untuk nantinya dapat digunakan jika terjadi mismatch," katanya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads