Demikian disampaikan oleh Direktur BPR dan UMKM Ratna E. Amiyati dalam sebuah diskusi di Gedung Bank Indonesia, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta, Jumat (23/04/2010).
"Bank Mutiara tidak mau, yah dilamarkan boleh saja namun kalau tidak mau berarti tidak jodoh," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Mutiara memiliki kinerja baik, mengapa tidak dijadikan Bank Apex saja? Perbarindo akan sangat setuju," jelasnya beberapa waktu lalu.
Banyak BPR Mencari Induk
Ratna juga mengatakan, saaat ini cukup banyak BPR wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) yang membutuhkan 3-4 bank Apex sebagai pengayom bantuan likuiditas.
Pasalnya, sebanyak 250 lebih BPR di wilayah tersebut belum memiliki Bank Apex.
"Di Bali saja Bank Andara telah menjadi Bank Apex yang saat ini anggotanya hingga 100 bank. Kemudian di Padang ada Bank Nagari sebagai Apex di daerahnya. Nah di Jabodetabek saja ada 250-an BPR, kalau bisa 3-4 apex, kan lebih bagus," jelas Ratna.
Ratna mengatakan, Bank Apex akan sangat berguna karena dapat memberikan bantuan likuditas bagi para anggotanya di saat terjadi mismatch likuiditas.
"Karena masing-masing bank anggota harus setor dana dalam bentuk deposito untuk nantinya dapat digunakan jika terjadi mismatch," katanya.
(dru/dnl)











































