Selain itu, portofolio kredit perseroan sampai 31 Maret 2010 tercatat Rp 208,96 triliun atau meningkat Rp 43,73 triliun dari posisi yang sama di tahun lalu Rp 165,23 triliun.
"Kami percaya KUR akan tetap ada karena pada kenyataannya mikro selalu butuh pendanaan. Bunga sebetulnya tidak menjadi masalah bagi mereka," jelas Direktur Operasi BRI Sarwono Sudarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan juga tetap buka outlet, di mana masing-masing minimal punya empat orang," ungkapnya.
BRI juga mempersiapkan debitur mereka untuk naik kelas, hingga platform kredit pun akan menjadi lebih besar. "Kita ajarkan neraca kepada mereka. Kita sedang siapkan," paparnya.
KUR BRI selama tahun 2009 tercatat sebesar Rp 5,3 triliun atau turun sebesar Rp 1,54 triliun jika dibandingkan pada tahun 2008 yang sebesar Rp 6,86 triliun.
Penyaluran KUR di tahun 2009 yang menurun dibandingkan dengan 2008 disebabkan peraturan KUR dari Komite Kebijakan KUR.
(wep/dnl)











































