Direktur Utama Bank Andara, Paulus Wiranata mengatakan dengan pembentukan bank apex ini, maka diharapkan BPR dapat menjaga risiko likuiditas apabila suatu saat terjadi mismatch dana.
"Dengan demikian, BPR memiliki kemampuan untuk mencegah kemungkinan kekurangan likuiditas yang lebih buruk," kata Paulus dalam penandatanganan kerjasama pembentukan bank apex ini di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (3/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk Riau nantinya akan bergabung dalam satu bank Apex yang dikelola BPD Riau. Direktur Utama BPD Riau, Erzon menyatakan, dari 60 BPR yang ada di Riau dan kepulauan Riau baru 7 BPR yangΒ sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut serta menjadi anggota bank apex. "Namun pada akhir tahun kami targetkan sudah ada 12 BPR yang bergabung dari total 60 BPR yang ada," tambah Erzon.
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan, sejak 10 tahun lalu BI sudah merencanakan pembentukan bank apex untuk mendukung perkembangan BPR.
"Pembentukan bank apex bertujuan unuk menjembatani kebutuhan industri BPR sehingga tercipta industri BPR yang kokoh, berdaya saing tinggi serta memiliki kredibilitas yang baik di mata masyarakat dan UMKM yang menjadi segmen utamanya," jelas Budi di tempat yang sama.
(epi/dnl)











































