Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan, angsuran untuk nasabah yang mempunyai dana di bawah Rp 200 juta memang direncanakan akan selesai pada bulan April 2010.
"Namun, angsuran terakhir di bawah Rp 200 juta memang belum dibayarkan berikut bunganya," ujar Timoer melalui pesan singkatnya kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (03/06/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan kesepakatan, Nasabah Diamond Investa Bakrie Life yang nominal Rp 200 juta dan di bawah Rp 200 juta dicicil sebanyak 6 kali. Cicilan tersebut dimulai sejak bulan November 2009 sampai April 2010, namun untuk yang bulan April 2010 belum dibayar pokoknya Rp 4,5 miliar dan bunga Rp 35 juta .
Nasabah yang tergabung dalam Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah Bakrie Life (TP2DN) dalam siaran persnya menyatakan agar kasus Bakrie Life dapat segera diselesaikan seperti kasus Lumpur Lapindo.
"Kami nasabah Diamond Investa Bakrie Life minta tolong kepada Bapak Aburizal Bakrie supaya cicilan pokok dan bunga setiap bulannya selalu tepat pembayarannya. Tolong nasib nasabah disamakan dengan Kasus Lumpur Lapindo yang sudah dikeluarkan dana Rp 7.8 Triliun untuk Korban Lumpur Lapindo. Kita juga perlu dana kita untuk keperluan hidup sehari-hari. Bahkan ada yang uangnya semuanya ditaruh di Diamond Investa Bakrie Life. Kami percaya Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia dapat melunasinya dengan tepat waktu," demikian siaran pers tersebut.
Seperti diketahui, Bakrie Life mengalami gagal bayar kepada nasabah Diamond Investa (Produk Asuransi Berbasis Investasi). Perusahaan kini harus membayar dana nasabah yang mencapai Rp 360 miliar.
(dru/dnl)











































