Dirjen Pengelolan Utang Negara Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, besarnya jumlah dana asing di SUN memperlihatkan bahwa dampak krisis utang Yunani tidak terpengaruh ke Indonesia.
"Demand dari investor asing juga menyebabkan yield SUN Rupiah turun sebesar rata-rata 50 bps. Hanya pada bulan April-Mei 2010 sempat terjadi penurunan sekitar Rp 3 triliun tapi sekarang investor asing sudah kembali masuk dalam jumlah yang lebih besar," kata Rahmat kepada detikFinance, pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, Bank Indonesia (BI) memiliki SUN sebesar Rp 18,26 triliun. Kemudian industri reksa dana memiliki SUN sebesar Rp 48,75 triliun, industri asuransi Rp 77,37 triliun, industri dana pensiun Rp 37,18 triliun, industri sekuritas Rp 250 miliar, dan lain-lain Rp 45,01 triliun.
(dnl/dnl)











































