Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis (1/6/2010).
"Kelihatannya ada potensi untuk lebih meningkat dari target sekarang, bisa di atas 20 persen," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lihat BTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk) sekalipun masih di bawah Bank Mandiri dan BRI (PT Bank Rakyat Indoensia Tbk) peningkatannya bisa tajam sekali. Apalagi sekarang dengan single digit rates," ujarnya.
Menurut Mustafa, pemberian bunga kredit yang cukup rendah tersebut bisa memicu pertumbuhan kredit bank pelat merah lebih tinggi lagi. Ia pun berharap, bank-bank BUMN lainya secara bertahap bisa menurunkan suku bunga kreditnya
hingga di bawah 10 persen secara keseluruhan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengaku pihaknya akan mengkaji revisi kenaikan target kredit dari semula diproyeksi tumbuh sekitar 18%-20%.
"Tapi belum ada angka pastinya. Tapi lebih besar dari target sekarang," katanya.
Sebelumnya, BI sudah memberi sinyal akan merevisi pertumbuhan kredit perbankan nasional menjadi lebih tinggi tahun ini. Target kredit direvisi ke atas karena kredit yang sudah mengalir cukup deras.
Sampai dengan kuartal I-2010 bank sentral mencatat kredit tumbuh cepat hingga mencapai 17,6%. Kredit yang tumbuh hingga 17,6% di kuartal I-2010 itu masih ditopang oleh sektor konsumsi dan investasi.
(ang/qom)











































