Bunga Deposito dan Kredit Turun Secuil

Bunga Deposito dan Kredit Turun Secuil

- detikFinance
Selasa, 06 Jul 2010 07:24 WIB
Bunga Deposito dan Kredit Turun Secuil
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga deposito dan kredit kembali menunjukan penurunan walaupun cenderung melambat. Bank-bank asing dan campuran terlihat paling aktif dalam menggerakkan suku bunga.

Sampai dengan akhir triwulan II-2010 suku bunga deposito turun sebesar 12 basis poin (bps) dengan rata-rata mencapai 7,52%. Dan suku bunga kredit juga turun paling besar 12 bps.

Demikian disampaikan Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikutip detikFinance, Selasa (6/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suku bunga deposito berbagai tenor di triwulan II-2010 menurun sebesar 12 bps, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang menurun sebesar 57 bps," demikian isi laporan tersebut.

Bank sentral menjelaskan, struktur suku bunga deposito di awal triwulan II-2010 semakin membaik dibandingkan akhir triwulan sebelumnya sejalan dengan penurunan suku bunga deposito yang lebih kecil pada tenor yang lebih panjang. Sehingga suku bunga deposito 1, 3, 6, 12 dan 24 bulan di awal triwulan II-2010 masing-masing menurun menjadi 6,89%, 6,98%, 7,14%, 8,24% dan 8,33% atau rata-rata sebesar 7,52%.

"Berdasarkan kelompok banknya, penurunan suku bunga deposito terbesar terjadi di bank asing dan campuran dimana telah menurunkan bunga mencapai 20 bps," jelas BI.

Untuk suku bunga kredit, BI mengungkapkan persentasenya terus turun di seluruh kategori yakni kredit investasi, kredit modal kerja dan kredit konsumsi. Hal ini turut mendorong peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit khususnya di kredit modal kerja dan kredit investasi.

"Secara keseluruhan, suku bunga kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi di awal triwulan II-2010 masing-masing menurun sebesar 12 bps, 10 bps dan 8 bps menjadi 13,42%, 12,62% dan 15,34%," demikian laporan tersebut.

Penurunan suku bunga kredit yang paling besar terjadi pada kredit modal kerja, hal ini mengindikasikan adanya perbaikan persepsi resiko ekonomi oleh perbankan, sedangkan suku bunga kredit konsumsi mengalami penurunan paling tipis terkait dengan karakteristiknya yang tidak terlalu elastis dengan perubahan suku bunga," papar BI.

Bank sentral melihat, penurunan suku bunga kredit terbesar terjadi pada bank asing dan campuran. Kelompok tersebut mencatat penurunan sebesar 25 bps di awal triwulan II-2010 dibandingkan akhir triwulan sebelumnya. Sementara itu kelompok bank persero dan bank swasta hanya mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 10 bps dan 6 bps di periode yang sama.


(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads