Ekspansi Bisnis Mandek, Pencairan Kredit Perbankan Minim

Ekspansi Bisnis Mandek, Pencairan Kredit Perbankan Minim

- detikFinance
Rabu, 14 Jul 2010 14:13 WIB
Jakarta - Industri perbankan menjelaskan tingginya kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) dikarenakan turunnya kapasitas ekspansi bisnis yang dilakukan para pengusaha.

Para pengusaha cenderung mengerem ekspansi bisnisnya sehingga kredit yang dicairkan hanya sebagian besar saja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono usai seminar tentang Jasa Keuangan di Hotel Le-Meridien, Sudirman, Jakarta, Rabu (14/07/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengusaha itu saat ini belum ekspansi penuh, jadi kapasitasnya dikurangi," ujar Sigit.

Ia menjelaskan, pengusaha saat ini masih agak mengerem pencairan pinjaman ke bank.

"Misalnya saja bank dan pengusaha sudah komit pemberian kredit untuk modal kerja sebesar Rp 100 miliar nah yang dicairkan hanya Rp 50 miliar sisanya jadi undisbursed loan. Karena mereka (pengusaha) yang biasanya bisa kerja di tiga line saat ini hanya dua line saja misalnya," papar Sigit.Β 

Sigit mengakui, sektor kredit yang masuk di undisbursed loan yakni memang lebih banyak di sektor investasi. "Seperti proyek jalan tol yang membutuhkan waktu 3-4 tahun dan bertahap dalam mencairkannya," jelas Sigit.

"Jadi karena banknya yang tidak memberikan kredit lebih kepada pengusahanya," imbuh Sigit.

Di tempat yang sama Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso mengatakan porsi undisbursed loan saat ini berbeda cara menghitungnya.

"Di mana terdiri dari commited dan uncommited dan memang perhitungannya berbeda," ungkapnya.

Untuk diketahui porsi undisbursed loan perbankan sampai dengan Mei 2010 lebih dari Rp 400 triliun.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads