Pemerintah 'Paksa' BTN Kucurkan KUR Rp 650 Miliar

Pemerintah 'Paksa' BTN Kucurkan KUR Rp 650 Miliar

- detikFinance
Jumat, 16 Jul 2010 08:01 WIB
Pemerintah Paksa BTN Kucurkan KUR Rp 650 Miliar
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) 'dipaksa' menggenjot target pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 650 miliar sampai dengan akhir tahun 2010. Sampai dengan semester I-2010 BTN baru mengucurkan KUR hingga Rp 144,99 miliar.

"Pemerintah meminta BTN agar dapat mengucurkan KUR hingga Rp 650 miliar. Padahal rencananya di awal tahun BTN hanya ditargetkan memberikan KUR sebesar Rp 294,7 miliar dan sampai semester I-2010 ini kita telah mengucurkan KUR sebesar Rp 144,99 miliar," ujar Direktur Kredit BTN Purwadi di Gedung BTN, Harmoni, Jakarta, Kamis malam (15/07/2010).

Namun Purwadi mengatakan, BTN optimistis dapat mengejar target yang diberikan pemerintah tersebut. "Insya Allah, kita sih optimis bisa mencapai kredit itu, saat ini kan sudah lebih dari 50% target awal," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditempat yang sama Direktur Keuangan BTN Saut Pardede mengatakan secara keseluruhan BTN menargetkan kredit sampai akhir tahun bisa tumbuh hingga Rp 20 triliun.

"Kita optimistis kredit bisa tumbuh di 2010 hingga Rp 20 triliun dan insyaallah bisa lebih," ujarnya.

Ia menambahkan, sampai dengan semester I-2010 BTN telah mengucurkan kredit sebesar Rp 10 triliun lebih (year to date).

"Kemudian untuk year on year BTN mencatat pertumbuhan kredit pada semester I-2010 sebesar 29,61% atau mencapai Rp 46,41 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 35,81 triliun," jelasnya.

Pada bagian lain, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menyampaikan sampai akhir semester I-2010 BTN mencatat margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 5,81%. Naik dari posisi yang sama tahun lalu yang sebesar 4,04%.

"Kenaikan NIM tersebut banyak disumbang oleh peningkatan efisiensi yang berhasil dilakukan oleh BTN. Di periode yang sama, cost to income ratio BTN per Juni 2010 hanya sebesar 59,09%. Jauh menurun dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang mencapai 70,4%. Ini artinya kami telah berhasil melakukan efisiensi biaya operasional," papar Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan pihaknya optimistis sampai akhir tahun bank plat merah tersebut dapat mencetak laba Rp 746 miliar di akhir tahun.

"Di semester I-2010 saja laba sudah sebesar Rp 390,61 miliar kita sangat optimis bisa capai target Rp 746 miliar," jelasnya.


(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads