Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengakui, terminologi redenominasi memang tidak mudah. Namun redenominasi yang dimaksud BI kali ini bukanlah sanering atau pemotongan nilai mata uang rupiah.
"Redenominasi terminologinya tidak terlalu mudah buat lidah kita. Ini bukan sanering, bukan pemotongan uang, kalau sanering itu pengguntingan. Redenominasi bukan sanering bukan pemotongan uang," ujar Darmin dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa (3/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi itu bertolak belakang dengan redenominasi. Redenominasi itu hanya akan berhasil dilaksanakan kalau perekonomian stabil. Perekonomian tumbuh, inflasi terkendali. Nah, mengapa BI melihat momennya untuk dibicarakan? ini prosesnya akan sangat panjang," urainya.
Karena itu, BI pun mulai melontarkan wacana redenominasi rupiah dengan harapan bisa membuat masyarakat mengerti dan jelas mengenai masalah ini. "Ini saatnya mengajak masyarakat untuk mengerti," tegas Darmin.
"Perlunya juga tidak sekarang, beberapa tahun lagi sebenarnya perlunya. Nah, proses memang lama, negara terakhir yang berhasil adalah Turki perlu waktu 10 tahun penuh menjalankan proses redenominasi. Itu ditiru dan dilaksanakan oleh Rumania dan mereka berhasil," imbuhnya.
Wacana redenominasi atau penurunan nominal rupiah tanpa mengurangi nilai sebelumnya sudah dilontarkan pjs Gubernur BI Darmin Nasution.
Bank sentral merasa perlu melakukan redenominasi karena seperti kita ketahui uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.
"Redenominasi itu prosesnya akan dibicarakan dulu dengan pemerintah dan presiden dan harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru kita sosialisasikan," ujar Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Sabtu (31/07/2010). (qom/dnl)











































