BI Seriusi Redenominasi Rupiah

BI Seriusi Redenominasi Rupiah

- detikFinance
Selasa, 03 Agu 2010 12:51 WIB
BI Seriusi Redenominasi Rupiah
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyeriusi ide redenominasi rupiah atau pengurangan nominal tanpa mengurangi nilainya. BI kini sedang tahap finalisasi riset dan kemungkinan diperlukan waktu 10 tahun untuk pelaksanaannya.

Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengakui, terminologi redenominasi memang tidak mudah. Namun redenominasi yang dimaksud BI kali ini bukanlah sanering atau pemotongan nilai mata uang rupiah.

"Redenominasi terminologinya tidak terlalu mudah buat lidah kita. Ini bukan sanering, bukan pemotongan uang, kalau sanering itu pengguntingan. Redenominasi bukan sanering bukan pemotongan uang," ujar Darmin dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin menambahkan, sanering dilakukan suatu negara yang kondisi perekonomiannya tidak terlalu stabil dengan inflasi yang tinggi. Akibat tingginya inflasi itu, maka nilai uangnya merosot cepat sehingga diperlukan sanering.

"Tapi itu bertolak belakang dengan redenominasi. Redenominasi itu hanya akan berhasil dilaksanakan kalau perekonomian stabil. Perekonomian tumbuh, inflasi terkendali. Nah, mengapa BI melihat momennya untuk dibicarakan? ini prosesnya akan sangat panjang," urainya.

Karena itu, BI pun mulai melontarkan wacana redenominasi rupiah dengan harapan bisa membuat masyarakat mengerti dan jelas mengenai masalah ini. "Ini saatnya mengajak masyarakat untuk mengerti," tegas Darmin.

"Perlunya juga tidak sekarang, beberapa tahun lagi sebenarnya perlunya. Nah, proses memang lama, negara terakhir yang berhasil adalah Turki perlu waktu 10 tahun penuh menjalankan proses redenominasi. Itu ditiru dan dilaksanakan oleh Rumania dan mereka berhasil," imbuhnya.

Wacana redenominasi atau penurunan nominal rupiah tanpa mengurangi nilai sebelumnya sudah dilontarkan pjs Gubernur BI Darmin Nasution.

Bank sentral merasa perlu melakukan redenominasi karena seperti kita ketahui uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

"Redenominasi itu prosesnya akan dibicarakan dulu dengan pemerintah dan presiden dan harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru kita sosialisasikan," ujar Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Sabtu (31/07/2010). (qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads