Tipe Menengah Terfavorit, Penjualan Rumah Melonjak 11,67%

Tipe Menengah Terfavorit, Penjualan Rumah Melonjak 11,67%

- detikFinance
Jumat, 06 Agu 2010 18:35 WIB
Tipe Menengah Terfavorit, Penjualan Rumah Melonjak 11,67%
Jakarta - Penjualan properti residensial atau rumah hunian melonjak hingga 11,67% selama triwulan II-2010. Peningkatan penjualan properti residensial itu sejalan dengan tingginya permintaan rumah khususnya tipe menengah hingga 15,8%.

"Permintaan dan penawaran properti residensial relatif stabil dengan rumah tipe menengah yang paling diminati," demikian hasil survei properti residensial triwulan II-2010 yang dikutip dari situs BI, Jumat (6/8/2010).

Kondisi penawaran rumah maupun permintaan rumah yang relatif stabil ini diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan III-2010, dengan rumah tipe menengah diperkirakan akan mengalami penjualan tertinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi harga, properti residensial juga mengalami kenaikan terutama pada rumah tipe kecil. Survei Harga Properti Residensial triwulan II-2010 menunjukkan bahwa indeks harga properti residensial pada triwulan II-2010 meningkat baik secara triwulanan maupun tahunan, yang ditunjukkan oleh indeks harga sebesar 135,11.

Secara triwulanan (qtq), indeks harga naik sebesar 1,04%, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga pada triwulan sebelumnya (0,70%). Kenaikan harga properti residensial menurut sebagian besar responden terutama berasal dari kenaikan harga bahan bangunan dan tingginya upah pekerja.

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga paling tinggi terjadi di wilayah Bandung yaitu sebesar 1,78% (qtq) terutama pada rumah tipe kecil (3,46%). Untuk wilayah Jabodebek dan Banten, kenaikan harga properti residensial pada triwulan II-2010 tercatat sebesar 1,19%, lebih tinggi dari kenaikan harga pada triwulan sebelumnya (0,72%).

Untuk pendanaannya, sebagian besar konsumen (75,2%) masih memilih Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial pada seluruh tipe bangunan terutama tipe kecil (80,7%).

Tingkat bunga KPR yang diberikan perbankan umumnya berkisar antara 10% hingga 12%. Di samping melalui fasilitas KPR, hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 17,7% konsumen memilih menggunakan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap, dan sebagian kecil (5,5%) dilakukan dalam bentuk tunai (cash keras).

Untuk pengembang, umumnya masih mengutamakan pendanaan internal. Pengembang juga menginformasikan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan untuk pembangunan properti residensial pada triwulan II-2010 (56,5%), diikuti oleh dana yang bersumber dari perbankan(27,7%) serta dana/uang muka pembayaran calon pembeli (13,1%).

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads