Surabaya - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan meminta kepada semua pengusaha kecil dan menengah, agar beroperasi seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan rencana redenominasi. Alasannya, redenominasi adalah wacana yang digulirkan Bank Indonesia (BI).
"Tidak perlu khawatir. Tidak akan terganggu karena itu masih sebatas wacana," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan kepada wartawan usai memberikan sambutan di depan 500 wisudawan profesi, sarjana dan magister dan acara dies natalis Univeristas 17 Agustus 1945 (Untag), Jalan Semolowaru, Surabaya, Sabtu (7/8/2010).
Menurutnya, kebijakan BI berdiri sendiri dan sampai saat ini pemerintah belum memikirkan melaksanakan rencana redenominasi. "Pemerintah belum melakukan rencana itu. Itu kan wacana dari BI dan itu masih jauh. Jadi nggak perlu khawatir," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, BI merasa perlu melakukan redenominasi karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.
(roi/dnl)