Demikian disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektroniknya kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (19/08/2010).
"Sementara itu total dana di SBI meningkat sebesar Rp 37,99 dari Rp 234,39 triliun per tanggal 6 Agustus 2010 menjadi Rp 272,68 triliun pada tanggal 13 Agustus 2010," ujar Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut, lanjut Difi terlihat dari jumlah penawaran SBI yang jauh melebihi jumlah yang jatuh waktu. "Lelang SBI 9 bulan menghasilkan posisi Rp 2,25 triliun," katanya.
Sementara itu, Difi mengungkapkan suku bunga SBI belum menunjukkan perubahan. Meskipun ekspektasi inflasi meningkat, Difi mengatakan belum terdapat indikasi peningkatan suku bunga dalam jangka pendek.
"Sementara di SBI 9 bulan, pelaku pasar menginginkan rate yang lebih tinggi karena menjaga premi risiko," tutur Difi.
Dengan kondisi tersebut, maka Rata-Rata Tertimbang (RRT) bunga SBI yang terbentuk masing-masing 6,63% untuk 3 bulan, 6,72% untuk 6 bulan danย 6,83% untuk 9 bulan sehingga secara keseluruhan terbentuk yield curve yang positif.
Lebih jauh Difi mengatakan, dengan perkembangan ini menunjukkan upaya BI melalui paket kebijakan moneter yang lalu untuk memperbaiki struktur pendalaman pasar keuangan melalui pembentukan reference rate SBI yang berjangka menengah dan panjang sudah direspon pasar secara positif.
"Ini merupakan perkembangan dari respon pasar sebelumnya yang sudah mengarah ke SBI jangka panjang sejak kebijakan yang lalu diterapkan," tukasnya.
(dru/dnl)











































