Dana Asing di SBI Naik Rp 2,02 Triliun dalam Sepekan

Dana Asing di SBI Naik Rp 2,02 Triliun dalam Sepekan

- detikFinance
Kamis, 19 Agu 2010 10:13 WIB
Jakarta - Jumlah dana asing yang 'parkir' di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertambah Rp 2,02 triliun selama sepekan. Bank Indonesia (BI) mencatat kepemilikan asing di SBI per 6 Agustus 2010 sebesar Rp 54,71 triliun, kemudian pada 13 Agustus 2010 menjadi sebesar Rp 56,73 triliun.

Demikian disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektroniknya kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (19/08/2010).

"Sementara itu total dana di SBI meningkat sebesar Rp 37,99 dari Rp 234,39 triliun per tanggal 6 Agustus 2010 menjadi Rp 272,68 triliun pada tanggal 13 Agustus 2010," ujar Difi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Difi menuturkan, naiknya porsi dana di SBI disebabkan tingginya minat pelaku pasar pada SBI menjelang lebaran. "Untuk minggu ini pertama kali akan dilaksanakan lelang SBI 9 bulan. Meskipun tenor SBI yang ditawarkan cukup panjang yakni 3 bulan sampai 9 bulan, minat bank masih cukup besar," ungkap Difi.

Hal tersebut, lanjut Difi terlihat dari jumlah penawaran SBI yang jauh melebihi jumlah yang jatuh waktu. "Lelang SBI 9 bulan menghasilkan posisi Rp 2,25 triliun," katanya.

Sementara itu, Difi mengungkapkan suku bunga SBI belum menunjukkan perubahan. Meskipun ekspektasi inflasi meningkat, Difi mengatakan belum terdapat indikasi peningkatan suku bunga dalam jangka pendek.

"Sementara di SBI 9 bulan, pelaku pasar menginginkan rate yang lebih tinggi karena menjaga premi risiko," tutur Difi.

Dengan kondisi tersebut, maka Rata-Rata Tertimbang (RRT) bunga SBI yang terbentuk masing-masing 6,63% untuk 3 bulan, 6,72% untuk 6 bulan danย  6,83% untuk 9 bulan sehingga secara keseluruhan terbentuk yield curve yang positif.

Lebih jauh Difi mengatakan, dengan perkembangan ini menunjukkan upaya BI melalui paket kebijakan moneter yang lalu untuk memperbaiki struktur pendalaman pasar keuangan melalui pembentukan reference rate SBI yang berjangka menengah dan panjang sudah direspon pasar secara positif.

"Ini merupakan perkembangan dari respon pasar sebelumnya yang sudah mengarah ke SBI jangka panjang sejak kebijakan yang lalu diterapkan," tukasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads