Kepala Bagian Pengelolaan Uang Keluar Direktorat Pengedaran Uang BI Ery Setiawan mengatakan pihak BI belum memastikan apa penyebabnya. Namun kata dia ada dua kemungkinan yaitu gerakan peduli koin sudah efektif, artinya masyarakat sudah sadar menggunakan uang koinnya dalam setiap transaksi.
Ada pula dugaan bahwa masyarakat menjelang lebaran lebih banyak memiliki kesibukan mencari uang pecahan baru bukan koin untuk kebutuhan tradisi lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal kata dia, sebelumnya setiap 2-3 hari sekali selalu ada saja komplain atau permintaan uang koin dari peritel. Ia pun masih belum mengetahui apa yang menjadi penurunan ini.
Ia menambahkan gerakan peduli koin nasional bukan hanya diterapkan di Indonesia, namun negara-negara seperti Filipina maupun Thailand menerapkan hal serupa.
Sementara itu Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan saat ini memang ada kecenderungan masyarakat sudah mulai menukar uang koinnya ke ritel. Namun kata dia, alangkah baiknya kalau masyarakat tidak hanya menukar uang koin namun berbelanja dengan uang koin.
"Memang sudah terjadi penukaran uang koin ke titel," katanya.
Sebelumnya kata Tutum, peritel dipusingkan dengan kurangnya keberadaan uang koin di pasaran lantaran masyarakat enggan berbelanja dengan koin. Sehingga peritel harus sering memesan atau meminta penukaran dari BI.
(hen/dnl)











































