Terapkan Basel III, BI Fokus Penguatan Modal dan Likuiditas

Terapkan Basel III, BI Fokus Penguatan Modal dan Likuiditas

- detikFinance
Selasa, 14 Sep 2010 13:02 WIB
Jakarta - Bank Indonesia menilai penerapan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) tahap III (Basel III) penting untuk memperkuat permodalan bank serta menjaga likuiditas.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad  usai silaturahmi pasca Hari Raya Lebaran, di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Selasa (14/9/2010).

"Ini penting, karena faktor penguatan modal dan likuiditas, yang menentukan tahan atau tidaknya kita dalam menghadapi krisis," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muliaman menambahkan, perbankan nasional tidak terlalu khawatir akan aturan baru yang akan full diterapkan pada tahun 2018.

"Kita sudah cermati dari awal. Lagi pula itu kan bertahap, ada yang mulai 2015 dan ada yang 2018. Perbankan nasional tidak ada masalah," ungkap Muliaman.

Perbankan di Indonesia, menurutnya, belum terlalu besar layaknya negara-negara lain yang tergabung dalam G-20. Hal ini membuat langkah bank-bank lebih ringan dalam penyesuaian aturan Basel III.

"Kita banyak belajar dari krisis. Ini (penguatan modal dan likuiditas) yang diunggulkan," ucapnya.

Dan transisi, seperti yang telah disampaikan, penting untuk menyampaikan dua tujuan utama dalam perbankan nasional. Yaitu keamanan di tingkat bank, serta kepentingan akan penyaluran kredit.

"Transisi cukup panjang, untuk kepentingan ekonomi juga untuk nasabah," tegas Muliaman.

Basel III memang menjadi penting bagi BI, karena ada tiga poin penting  yang berlaku secara internasional. Pertama, pengaturan capital buffer, kedua pengenaan leverage ratio dan terakhir penguatan manajemen likuiditas.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads