"Outflow meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan yakni mencapai Rp 52 triliun selama bulan puasa dan Idul Fitri 2010," ujar Deputi Gubernur BI, S Budi Rochadi ketika ditemui di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) KUR di Kantor Menteri Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Kamis (16/09/2010).
Budi menuturkan, permintaan masyarakat akan uang tunai paling tinggi terjadi pada saat hari lebaran dan sesudahnya. Menurut Budi, hal tersebut terlihat dari transaksi elektronik melalui ATM yang sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, BI sebelumnya hanya memproyeksikan outflow mencapai Rp 49,56 triliun. Di mana terdiri dari uang pecahan besar sebesar Rp 44,05 triliun dan uang pecahan kecil sebesar Rp 5,51 triliun.
(dru/dnl)











































