Angka tersebut meningkat US$ 2,6 miliar jika dibandingkan pada akhir Agustus 2010 yang hanya sebesar US$ 81,3 miliar.
Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A Sarwono ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Rabu (22/09/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, kenaikan cadangan devisa tersebut meningkat akibat adanya penarikan utang pemerintah.
"Itu (penarikan utang) memang selalu ada kan, nah termasuk juga penerimaan migas," jelas Hartadi.
Selain itu, lanjut Hartadi, kenaikan cadangan devisa dipengaruhi oleh adanya apresiasi nilai tukar rupiah yang juga sebagai akibat dari melemahnya nilai tukar dollar AS dibandingkan dengan mata uang yang lain.
"Itu kita sebut dengan de-revaluasi. Karena penempatan kita kan macam-macam tidak hanya dollar AS selain itu kan kita melakukan intervensi juga untuk mengimbangi agar tidak terlalu cepat apresiasinya," papar Hartadi.
Cadangan devisa RI di posisi US$ 83,9 miliar merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah RI.
(dru/qom)











































