"Kementerian BUMN telah mengatakan siapa yang lebih dulu maju, siapa yang sudah due diligence, maka perusahaan tersebut yang memiliki saham di Bank Bukopin," ujar Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga dalam acara Annual Report Awards di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (22/9/2010) malam.
Ia mengatakan, prospek Jamsostek membeli saham Bank Bukopin adalah untuk jangka panjang dan bukan untuk diperjualbelikan. Dan pihaknya telah mengikuti segala prosedural yang ditetapkan oleh Kementerian BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menegaskan, jika Bukopin membutuhkan dana, Jamsostek siap membantu untuk menjadi pembeli siaga (stand by buyer) terhadap rencana penerbitan saham baru (rights issue) Bukopin tersebut.
"Kami berencana mau membeli sekitar 20-30 persen saham di Bank Bukopin dengan paket harga berdasarkan interval Rp 450-600 per sahamnya. Untuk purchase agreementnya akan ditentukan bulan depan," tambahnya.
Dan ia juga mengungkapkan, jika ada perusahaan BUMN lain yang mau menjual sahamnya maka Jamsostek siap menyerapnya. Seperti diketahui, Jamsostek berencana memiliki 30 persen kepemilikan di Bank Bukopin melalui aksi korporasi rights issue yang akan dilakukan oleh Bukopin.
Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar belum lama ini, Jamsostek telah menyiapkan dana sekitar Rp 700-900 miliar sebagai standby buyer aksi korporasi Bank Bukopin itu.
"Namun bukan semata-mata Jamsostek ingin mendirikan atau membuat bank. Namun murni untuk melakukan investasi dan juga mensinergikan kegiatan operasional dengan Bukopin," tutur Mustafa saat itu.
Jamsostek juga akan membeli saham milik Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog sebanyak 12,19 persen untuk mewujudkan rencana tersebut. Namun, di saat yang bersamaan, Bank BRI juga mengungkapkan keinginannya untuk menguasai saham di Bank Bukopin hingga 51 persen.
Menurut Direktur Utama BRI Sofyan Basyir bulan lalu, pihaknya memang berkomitmen bahwa setiap pembelian sebuah bank, BRI harus mengambil kepemilikan mayoritas. Namun BRI juga akan tetap memberikan kesempatan kepada Jamsostek untuk masuk.
Sebagai catatan, sebesar 42,71 persen saham di Bank Bukopin dimiliki oleh Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo). Sebanyak 6,7 persen dimiliki Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo), Yabinstra Bulog 12,19 persen, publik 20,99 persen dan pemerintah RI 17,23 persen.
(dro/dnl)











































