IMF Klarifikasi Soal Buruknya Hasil Stress Tests Perbankan RI

IMF Klarifikasi Soal Buruknya Hasil Stress Tests Perbankan RI

- detikFinance
Jumat, 24 Sep 2010 13:30 WIB
Jakarta - Dana moneter internasional (IMF/International Monetary Fund) mengklarifikasi hasil stress tests perbankan Indonesia yang buruk. IMF mengatakan sektor perbankan di Indonesia saat ini masih positif.

Padahal dalam laporannya yang berjudul "Indonesia: Financial System Stability Assessment", IMF menyatakan tingkat kredit bermasalah (NPL) perbankan Indonesia akan naik sangat signifikan ke 31,5% pada kuartal III-2011. Naiknya cukup jauh dari tingkat NPL saat ini yang hanya 3,5%.

Selain itu IMF mengatakan, modal perbankan Indonesia di periode yang sama akan jatuh hingga melewati batas minimal yang ditentukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan IMF untuk Indonesia Milan Zavadjil menyatakan IMF mengklarifikasi pemberitaan media di Indonesia soal hasil kajian IMF tersebut. Menurut Milan, laporan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah meraih pencapaian yang hebat dalam 10 tahun terakhir di sisi makroekonomi dan kestabilan sektor keuangan melalui kebijakan fiskal dan moneter yang kuat.

"Sistem perbankan di Indonesia kuat dan memiliki modal yang cukup, serta pencapaian yang signifikan telah berhasil dicapai melalui perbaikan sistem pengawasan. Sebab krisis keuangan 2008/2009 terjadi karena lemahnya pengawasan sistem keuangan," ujar Milan dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (24/9/2010).

Milan mengatakan, IMF memang melakukan stress tests terhadap perbankan di Indonesia. Tujuan tes itu adalah untuk membantu Indonesia memperkuat sektor perbankannya dalam menghadapi situasi ekonomi yang masih belum bersahabat.

"Untuk Indonesia, hasil stress tests tersebut sangat positif. Kajian IMF terhadap sektor keuangan di Indonesia memperlihatkan kuatnya sistem perbankan Indonesia kemudian jumlah permodalan juga sudah memadai.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads