Peredaran Uang Palsu Kembali Meningkat

Peredaran Uang Palsu Kembali Meningkat

Herdaru Purnomo - detikFinance
Sabtu, 02 Okt 2010 09:03 WIB
Jakarta -  

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan jumlah peredaran uang palsu kembali meningkat. Sebelumnya, jumlah uang palsu rata-rata sebanyak 7 lembar dalam 1 juta lembar uang asli sampai akhir Maret 2010, namun data terbaru yakni sampai akhir Juli 2010 menunjukkan peningkatan menjadi 9 lembar uang palsu dalam 1 juta lembar uang asli.

Pecahan yang paling banyak dipalsukan yakni Rp 100.000, dimana terdapat 34 lembar uang palsu diantara 1 juta lembar uang asli yang diedarkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Direktur Direktorat Peredaran Uang BI, Adnan Juanda mengatakan data tersebut dihimpun bank sentral atas laporan pihak bank dan aparat kepolisian.

"Kita memperoleh data setiap dua bulan sekali, dimana data terbaru yakni per Juli 2010 secara rata-rata terdapat 9 lembar uang palsu dalam 1 juta lembar uang asli," ujar Adnan ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).

Adnan menambahkan dengan adanya peningkatan jumlah uang yang beredar selama bulan puasa dan lebaran kemarin, bank sentral masih meneliti apakah terjadi peningkatan jumlah uang palsu atau tidak. "Pasalnya kita baru mendapatkan data setelah 2 bulan berjalan, oleh karena itu saya tidak bisa menyatakan akan ada peningkatan kembali atau tidak," tuturnya.

Lebih jauh Adnan menegaskan jumlah uang palsu sampai dengan Juli 2010 masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan mata uang lain seperti dollar AS. "Jika kita mengetahui, di Indonesia itu uang palsu tergolong rendah. Dollar AS saja per 1 juta lembar uang asli terdapat sebanyak 150 lembar uang palsu," tuturnya.

Dihubungi secara terpisah Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah memaparkan selama periode Januari 2010 sampai Juli 2010 uang palsu banyak beredar di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) dan Banten.

"Ditinjau dari daerah penemuan uang palsu secara berurutan dari yang terbesar untuk 5 daerah adalah pertama Jabodetabek & Banten, kemudian daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Bengkulu dan terakhir Jawa Timur," jelas Difi.

Berikut data uang palsu yang beredar di masyarakat sampai dengan Juli 2010 : 

• Pecahan Rp.100.000,-

Dalam setiap 1 juta lembar uang asli yang diedarkan ditemukan 34 lembar uang palsu.

• Pecahan Rp.50.000,-

Dalam setiap 1 juta lembar uang asli yang diedarkan ditemukan 15 lembar uang palsu.

• Pecahan Rp.20.000,-

Dalam setiap 1 juta lembar uang asli yang diedarkan ditemukan 22 lembar uang palsu.

• Pecahan Rp.10.000,-

Dalam setiap 1 juta lembar uang asli yang diedarkan ditemukan 3 lembar uang palsu.

Sehingga total secara rata-rata ditemukan 9 lembar uang palsu setiap 1 juta lembar uang yang diedarkan

 

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads