DPR Sambangi Swiss Belajar Soal RUU Mata Uang

DPR Sambangi Swiss Belajar Soal RUU Mata Uang

Herdaru Purnomo - detikFinance
Sabtu, 02 Okt 2010 13:38 WIB
Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Mata Uang (RUU Mata Uang) diketahui tengah melakukan studi banding ke negara Swiss.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencari masukan dan format ideal dalam menyusun UU Mata Uang.

"Panja RUU Mata Uang memang tengah berkunjung ke Negara Swiss. Saya menjadi bagian dari kunjungan tersebut," ujar Anggota Panja RUU Mata Uang sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, Achsanul Qasasih ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Achsanul, Swiss menjadi negara tujuan studi banding RUU Mata Uang karena industri keuangan Swiss merupakan yang paling rapi didunia. "Termasuk koordinasi antara bank sentral dengan Departemen Keuangan-nya," jelasnya.

Ia menuturkan, Swiss adalah negara yang menggunakan nilai tukar lebih dari satu jenis atau multicurrency. Sehingga menurutnya, perlu dipelajari lebih jauh mengenai sistemnya. "Undang-undang mata uang Swiss atau Currency Bills juga baru saja disahkan. RUU Mata Uang yang sedang kita susun menghadapi sejumlah deadlock antara BI dan Kementerian Keuangan maka dari itu kita membutuhkan studi negara lain," tambahnya.

Lebih lanjut Achsanul menyampaikan agenda yang akan dijalani oleh anggota DPR di Swiss. Besok, lanjut Achsanul sejumlah anggota dewan akan melihat pabrik percetakan uang. "Hari Minggu-nya kita akan diskusi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss untuk mendapatkan info tambahan. Barulah hari Senin pagi kita akan bertemu dengan bank sentral Swiss," ungkapnya.

Kemudian, sambung Achsanul pada hari Rabu (06/10/2010, para anggota dewan yang mewakili Panja RUU Mata Uang juga akan bertemu dengan Departemen Keuangan Swiss dilanjutkan pada hari Selasa (07/10/2010) ada kunjungan ke parlemen Swiss. "Hari Rabu (08/10/2010), baru kembali ke Indonesia," terangnya.

Kunjungan ke Swiss tersebut diikuti 12 anggota dan dua staf Kesekretariatan Komisi XI.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads