"Pertumbuhan kredit sudah mencapai 21,2% sampai akhir September 2010. Ini didorong oleh kredit modal kerja," ujar Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution dalam jumpa pers usai Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bank Indonesia, di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (05/10/2010).
Darmin mengatakan, kredit modal kerja yang tumbuh signifikan telah melampaui kredit konsumsi. "Ke depan kredit akan bergerak di sektor yang lebih produktif," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini suatu perkembangan yang baru, di mana menunjukkan adanya suatu kepercayaan dunia usaha mulai memperkuat modal usahanya," katanya.
Pertumbuhan kredit, lanjut Darmin juga didorong oleh beberapa faktor di mana pelaku ekonomi telah menyampaikan pandangan yang positif terhadap perekonomian.
"Oleh karena itu, ke depan sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) kredit sampai akhir tahun bisa tumbuh mencapai 22-24%," ungkap Darmin.
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad mengatakan sampai Agustus 2010 saja kredit sudah bertambah mencapai Rp 207 triliun.
"Dimana sebesar Rp 110,4 triliun merupakan kredit modal kerja, kemudian Rp 64,3 triliun kredit konsumsi dan kredit investasi tercatat sebesar Rp 27,8 triliun," tuturnya.
Lebih lanjut Muliaman mengatakan, pertumbuhan kredit modal kerja merefleksikan adanya aktivitas kegiatan perekonomian. "All over dari RBB (Rencana Bisnis Bank) semua masih on the track dan kita optimistis kredit akan sesuai sasaran," tukasnya. (dru/dnl)











































