Dalam reformasi tersebut, kekuatan-kekuatan ekonomi baru dunia seperti China akan diberikan porsi kekuatan yang besar dalam pengambilan keputusan di IMF.
Para menteri keuangan negara G-20 dalam pertemuan di Korea Selatan memutuskan reformasi ini, setelah melalui berbagai upaya bertahun-tahun untuk membuat kekuatan suara di IMF bergeser ke negara-negara kekuatan ekonomi baru seperti China dan India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah pernyataan, para menteri keuangan negara G-20 mengatakan akan melakukan perombakan yang akan membuat IMF lebih efektif dan kredibel. Sehingga memungkinkan IMF untuk memainkan perannya dalam mendukung operasi sistem moneter dan keuangan internasional.
Kesepakatan ini terjadi di tengah upaya G-20 untuk menyelesaikan persoalan perang mata uang yang terjadi antara negara eksportir besar seperti China dengan negara-negara yang mengalami defisit perdagangan seperti AS.
Dalam reformasi ini, akan muncul perubahan dalam kursi dewan IMF, negara-negara berkembang sebagai kekuatan ekonomi baru bakal mendapatkan kursi lebih banyak. Strauss-Kahn mengatakan, negara di Eropa sepakat untuk menyerahkan 2 kursi dewan IMF kepada negara-negara berkembang.
Bahkan sekitar 5% kekuatan suara di IMF juga akan diserahkan kepada negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, dan China.
Selama ini, AS merupakan penyumbang dana terbesar IMF, yaitu hampir 17%. Untuk membantu negara-negara yang mengalami kesulitan likuiditas. Lalu Jepang menjadi pemegang saham terbesar kedua, diikuti Jerman, Perancis, dan Inggris.
Tapi saat ini, China sudah melakukan transformasi ekonomi yang menakjubkan selama 3 dekade terakhir. Bahkan negara ini menunjukkkan ketahanan yang luar biasa di tengah krisis ekonomi global yang dahsyat di 2008-2009.
(dnl/dnl)











































