Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Okt 2010 08:26 WIB

Pelatihan UKM Dongkrak Kredit BTPN

- detikFinance
Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatat laba bersih sampai dengan September 2010  mencapai Rp 577,5 miliar atau tumbuh 117%  dibandingkan periode yang
sama tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 266,2 miliar.

Wakil Direktur Utama BTPN Ongki W. Dana  menjelaskan kenaikan laba bersih yang signifikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit BTPN.

"Laba didorong oleh pertumbuhan kredit dimana hingga 30 September 2010, BTPN membukukan pertumbuhan kredit sebesar 58% sehingga total kredit mencapai Rp 21,8 triliun dibandingkan 30 September 2009 yang tercatat Rp 13,8 triliun," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Kredit tersebut, lanjut Ongki tumbuh karena strategi unik yang diterapkan BTPN. Menurutnya dari Aceh hingga Papua, BTPN telah mengadakan 5.167 kelas pelatihan manajemen keuangan sederhana dan peluang usaha baru yang dihadiri oleh sekitar 72.000 pelaku UKM.

"Keunikan strategi kami ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari para nasabah. Selain mereka memperoleh akses solusi keuangan, kami juga menyediakan kesempatan untuk tumbuh, yakni hidup sehat dan sejahtera bagi nasabah pensiunan, dan mengembangkan usaha bagi nasabah UMK," paparnya.

Ia melanjutkan, BTPN tetap mampu menjaga kualitas kredit, tercermin dalam rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) net tetap terjaga pada tingkat rendah yaitu 0,39%.

"Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 24,5 triliun, atau tumbuh 47% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 yang tercatat Rp 16,6 triliun," kata Ongky.

Sementara itu, total aset BTPN per 30 September 2010 mencapai Rp 30,8 triliun atau meningkat 60% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 yaitu Rp 19,3 triliun. Sedangkan posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 89%.

Lebih lanjut Ongki menambahkan, BTPN tetap memiliki ruang untuk bertumbuh  karena memiliki rasio modal yang cukup solid. Per 30 September 2010, rasio kecukupan modal BTPN (CAR) berada di posisi 15,2%.

"Dalam waktu dekat, guna memperkuat permodalan dan pertumbuhan usaha, BTPN berencana menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue dengan hak memesan efek terlebih dahulu," ungkap Ongky.

(dru/qom)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com