Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan melalui pelaksanaan Operasi Pasar Terbuka (OPT) dilakukan upaya pengurangan penyerapan ekses likuditas perbankan dalam SBI.
"Sekaligus memperpanjang tenor di SBI dan memperkenalkan term-deposit sebagai komplemen SBI. Ini dilakukan untuk mendorong penguatan manajemen likuiditas perbankan," ujar Budi ketika menjadi pembicara dalam sebuah seminar Ikatan Bankir Indonesia (IBI) di Hotel Le Meridien, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (24/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Budi mengatakan, sejalan dengan dinamika global utamanya derasnya aliran likuiditas ke negara berkembang termasuk Indonesia dan kondisi pasar uang domestik yang masih ditandai dengan ekses likuiditas perbankan.
Transmisi kebijakan, menurut Budi untuk mengendalikan likuiditas melalui instrumen suku bunga menunjukkan tendensi yang melambat.
"Tendensi melalui jalur suku bunga melambat ditengah banjir likuiditas dan pasar finansial," kata Budi.
Oleh karena itu Budi juga meminta perbankan untuk meningkatkan likuiditas pasar SUN melalui transaksi repo.
"Baik repo antar bank maupun repo dengan Bank Indonesia. Dengan demikian perbankan secara bertahap akan mengurangi porsi cash sebagai buffer (bantalan) pemenuhan likuiditas jangka pendeknya," tutup Budi.
(dru/dnl)
